<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697</id><updated>2011-07-30T13:49:02.725-07:00</updated><category term='Surat lamaran kerja'/><category term='Newmont Nusa Tenggara'/><category term='Pemerintah Indonesia'/><category term='Referensi'/><category term='Penjual'/><category term='Libur'/><category term='sukses'/><category term='tulus'/><category term='Pendidikan'/><category term='Contoh lamaran kerja'/><category term='Qolbu.'/><category term='UMR'/><category term='Pekerja'/><category term='E book'/><category term='Wawancara'/><category term='Arifdiarto Ambar Wirawan'/><category term='Kerja'/><category term='Pelatihan'/><category term='Karier'/><category term='Tip Trik'/><category term='cari kerja'/><category term='Tempe'/><category term='SKB 3 Menteri'/><category term='Cuti'/><category term='Hari Raya'/><category term='Penghasilan'/><category term='tes kerja'/><category term='arbitrase internasional'/><category term='Gaji'/><category term='Pekerjaan'/><category term='Lamara pekerjaan'/><category term='Melamar'/><category term='Citacita'/><category term='SMA'/><category term='SPSI'/><category term='KKB'/><category term='NNT'/><category term='Keterampilan'/><category term='Jaminan'/><category term='Perusahaan.'/><category term='Motivasi'/><category term='PKB'/><category term='Kelik'/><category term='Pengusaha'/><category term='Blog'/><category term='Tenaga Kerja'/><category term='Cuti Bersama'/><category term='Kebutuhan'/><title type='text'>Komunitas NKRI</title><subtitle type='html'>Forum bersama bertukar informasi dan mempererat persaudaraan dalam jalinan persahabatan dengan semangat kebersamaan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-3520788919434353467</id><published>2010-02-14T16:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T16:33:40.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaminan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>Tips &amp; Trik EKSTIRM Melamar Pekerjaan (5)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;b&gt;Pandangan Pertama… Cantik dan Enak Dipandang&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Surat lamaran Anda harus enak dipandang! Jangan sampai menurunkan mood orang untuk membaca isinya. Orang akan malas membacanya jika Anda menulis seperti ini… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ljasfdfl oasuf laskjfd ioasjlf jlasjfd aslkjdf osaojfj asjdf alskjdlkfj osajd fo lasjldf jsalkdflk osajodfj asldfjl jaslfj aosd fl jlasjdlfjlka ofauslkf sadf asjdf jasfdjlj asdjf l aslk fjj alsjflkj lasjdfjlk ajslfd asjldfj ljasdfj asjdlkfj asjfjals jfjasldf jlasdjdfokjl asjdfj l ajslkdfjlj aslkdfjlj asljfdj alsjdfja sljfdfasjd fljasldjf lsajlfdj  lalsdfjl as fd ljasjdflj jasfjdj aslkfj jalsdj fl jsaldfl jsalfjdl jalsjfd jasdyhfays hsaljfd asfh kasbfojsaf jshadljf j sadf sdafdjsahfd jsa df lasjdflj asdjfl jasjfk jasjfdj alsfdjl jalsldjfl jasld jf ljsaldfj lasdjf l asfj asljdlf llsa dflkj sajdf aslfsd aajsldfj laskjdf oaiosoihfgiusaudf salfo asjfdksajdf lasjfdl jasfdjo ajsdf jlksadfjl jasfdjl as fasjf askjdfj asjf jasj fasygfisaf sladf lkaslkfj as lfasldf sladf  lasfldj l lasdfl l asjdfj lkasdfl lasdf l as dfsa dfj lksafd jlsajfd sjalkdf  sjad fl jasdfy asjfd asy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri spasi  akan lebih baik, seperti ini… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ljasfdfl oasuf laskjfd ioasjlf jlasjfd aslkjdf osaojfj asjdf alskjdlkfj osajd fo lasjldf jsalkdflk osajodfj asldfjl jaslfj aosd fl jlasjdlfjlka ofauslkf sadf asjdf jasfdjlj asdjf l aslk fjj alsjflkj lasjdfjlk ajslfd asjldfj ljasdfj asjdlkfj asjfjals jfjasldf jlasdjdfokjl asjdfj l ajslkdfjlj aslkdfjlj asljfdj alsjdfja sljfdfasjd fljasldjf lsajlfdj. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalsdfjl as fd ljasjdflj jasfjdj aslkfj jalsdj fl jsaldfl jsalfjdl jalsjfd jasdyhfays hsaljfd asfh kasbfojsaf jshadljf j sadf sdafdjsahfd jsa df lasjdflj asdjfl jasjfk jasjfdj alsfdjl jalsldjfl jasld jf ljsaldfj lasdjf lasfj asljdlf llsa dflkj sajdf aslfsd aajsldfj laskjdf oaiosoihfgiusaudf. salfo asjfdksajdf lasjfdl jasfdjo ajsdf jlksadfjl jasfdjl as fasjf askjdfj asjf jasj fasygfisaf sladf lkaslkfj as lfasldf sladf  lasfldj l lasdfl l asjdfj lkasdfl lasdf l as dfsa dfj lksafd jlsajfd sjalkdf  sjad fl jasdfy asjfd asy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengirim lamaran via e-mail… Inilah tips untuk membuat e-mail Anda menjadi pemenang… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar kritis… formatlah  e-mail Anda hanya 65 karakter atau kurang setiap barisnya (Saya anjurkan 60 atau kurang)! Ini penting karena setiap program e-mail bisa berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi rahasianya adalah membuat pesan tidak lebih dari 65 karakter atau kurang dan tekan enter  tidak melewati  karakter 65. Saya menggunakan Ms. Word untuk membuat pesan supaya karakter dihitung secara otomatis (terlihat di status bar). Ms. Word juga sangat berguna jika saya membuat pesan berbahasa inggris karena setiap kata diperiksa kebenarannya dengan fasilitas check spelling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga gunakan tipe huruf Courir New dengan ukuran 10 saat menulis. Lalu setelah saya mengedit pesan tersebut, save-as dengan format file .TXT. Lalu saya akan membuka file .TXT tersebut dengan program standar seperti Notepad atau WordPad untuk membuat garis panduan sehingga saya tahu bahwa setiap barisnya tidak lebih dari 65 karakter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis panduan saya akan terlihat seperti ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------1---------2---------3---------4---------5---------6---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda yakin dengannya, pesan tersebut siap Anda copy lalu paste di kotak pesan e-mail Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wawancara = Katakan Keuntungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wawancara, katakan keuntungan yang akan didapat oleh calon majikan atau perusahaan. Katakan keuntungan daripada fitur! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan, “Saya bisa membuat program database dengan Aplikasi Microsoft Access” daripada “Saya bisa menggunakan Aplikasi Microsoft Access”. Calon majikan Anda lebih peduli pada dirinya sendiri atau perusahaannya . Jadi mereka hanya ingin tahu bagaimana sebuah produk (Anda) akan membuat perusahaannya lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Akankah perusahaannya lebih maju?&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Akankah perusahaannya lebih sukses?&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Akankah perusahaannya lebih kaya ?&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bisakah menghemat waktu atau uang?&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Akankah perusahaannya terhidar dari kebangkrutan?&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebaiknya, simpan dulu keinginan Anda. Ini bukan tentang Saya... Saya… Saya… tapi tentang Perusahaan… Perusahaan… Perusahaan…  Apa yang bisa Anda  berikan untuk perusahaan bukan tentang apa yang bisa Anda dapatkan dari perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang gaji… sebagai pemula, sebaikanya Anda tidak melakukan negosiasi gaji karena Anda datang bukan sebagai professional seperti pengacara, dokter pribadi yang menentukan harga sendiri. Anda datang sebagai calon karyawan, gaji Anda telah dikalkulasikan perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, hal yang paling penting dalam wawancara adalah menunjukkan sikap baik (kecakapan dalam menjalin hubungan yang positif dengan sesama) dan keahlian Anda. Hampir semua pewawancara mengatakan pada saya bahwa sikap dan keahlian pekerja jauh lebih penting daripada transkrip nilai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jaminan = Garansi&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perusahaan yang meminta Anda untuk memberikan jaminan Ijazah asli Anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan saja! Dengan catatan perusahaan bertanggung jawab atas ijazah Anda. Jika Anda tidak menjamin apa yang Anda jual. Anda tidak berdiri dibelakang apa yang Anda jual. Anda sendiri tidak mau membeli sebuah produk elektronik tanpa garansi, kecuali murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi = Testimonial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mempunyai pengalaman bekerja mungkin Anda bisa memiliki referensi dari rekan atau atasan dimana Anda bekerja sebelumnya. Referensi akan menambah nilai jual Anda. Referensi akan meningkatkan kepercayaan calon majikan kepada Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;Bertindak SEKARANG!&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap orang memiliki sifat untuk menunda-nunda pekerjaannya. Tapi, jika. Anda benar-benar menginginkan pekerjaan itu. Bertindaklah sekarang! Ketika Anda menemukan iklan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi Anda bertindaklah pada hari itu juga. Kirim surat lamaran pada hari itu juga dan Anda akan menjadi prioritas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Agus Salim - &lt;a href="http://www.buku-profitable.com"&gt;www.buku-profitable.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-3520788919434353467?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/3520788919434353467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/02/tips-trik-ekstirm-melamar-pekerjaan-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3520788919434353467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3520788919434353467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/02/tips-trik-ekstirm-melamar-pekerjaan-5.html' title='Tips &amp; Trik EKSTIRM Melamar Pekerjaan (5)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-8404211379473148264</id><published>2010-01-24T15:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:35:45.133-08:00</updated><title type='text'>Tips &amp; Trik EKSTIRM Melamar Pekerjaan  (4)</title><content type='html'>&lt;b&gt;TIPS MELAMAR KERJA VIA “E-MAIL”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Proses mencari pekerjaan adalah masa paling mendebarkan sekaligus melelahkan. Banyak tenaga, waktu dan biaya yang terbuang saat melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan. Tapi keadaan ini dapat berubah dengan adanya e-mail sebagai salah satu alternatif cara mengirimkan surat lamaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini relative lebih hemat tenaga, waktu dan biaya serta lebih cepat sampai di tangan perusahaan yang dimaksud. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan saat ingin mengirimkan lamaran kerja melalui e-mail: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ada dua cara mengirimkan lamaran melalui e-mail, yaitu dengan attachement atau menggunakan kotak pesan yang tersedia. Akan terlihat lebih profesional bila Anda mengirimkan resume melalui  attachement atau dalam format file PDF. Kecuali bila perusahaan yang dituju menginginkan cara biasa menggunakan kotak e-mail yang tersedia.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tulislah bidang pekerjaan atau kode pekerjaan (bila ada) yang Anda inginkan di subyek e-mail.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebaiknya bagian pengantar surat lamaran kerja ditulis di bagian kotak e-mail. Sedangkan bagian curriculum vitae berikut ijazah dan sertifikat dapat Anda lampirkan dalam bentuk attachement.Tulislah semenarik mungkin bagian pengantar ini, agar bagian penerima lamaran tertarik untuk mengetahui Anda lebih lanjut dengan membuka attachement yang telah dikirim.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Seperti halnya surat pengantar pada surat lamaran kerja biasa, sebaiknya bagian pengantar tidak perlu panjang. Cukup menjelaskan kecocokan kualifikasi Anda secara umum dengan pekerjaan yang diinginkan.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebaiknya ijazah dan sertifikat Anda telah di scan terlebih dahulu agar dapat diikutsertakan dalam surat lamaran ini. Sedikit banyak kelengkapan dokumen Anda menjadi salah satu nilai plus sehingga panggilan kerja pun lebih cepat datang.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebelum mengirimkan surat lamaran kerja yang dimaksud, sebaiknya Anda melakukan percobaan dengan mengirimkan surat larmaran tersebut ke alamat e-mail teman yang memiliki tipe e-mail berbeda. Hal ini untuk mengetahui apakah e-mail yang Anda kirim akan terlihat sama di tangan penerima. Periksalah bila terjadi perbedaan dengan draft e-mail yang Anda miliki. Bila tidak terjdai perbedaan, silahkan teruskan ke alamat e-mail perusahaan yang dimaksud.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya format penulisan curriculum vitae menggunakan banyak fitur huruf seperti tanda strip, huruf italic, atau bold yang belum tentu terlihat sama pada sistem komputer perusahaan penerima. Untuk itu, Anda dapat menyimpan file ke dalam bentuk ASCII, Text Only, DOS Text, atau HTML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;EKSTRIM… maksud Saya adalah hal-hal yang mungkin diluar biasanya.&lt;/blink&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, Saya pernah melamar pekerjaan, walaupun sekarang Saya lebih suka membuat sistem  yang bekerja untuk Saya. Tapi Saya memiliki tips dan trik yang diinspirasi dari pengetahuan Saya sebagai internet marketer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini telah menjual JUTAAN copy produk digital. Salah satu jenis produk digital itu adalah eBook yang sekarang sedang Anda baca.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja Anda sebuah produk itu dan Anda siap memasarkannya untuk calon majikan atau perusahaan. Anda menjual 8  jam x 25 hari Anda untuk majikan Anda. Maafkan Saya mengatakan seperti itu, kedengarannya ini ekstrim tapi itulah yang terjadi, sadar ataupun tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Surat Lamaran Anda = Headline = Judul&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Perhatikan judul buku ini: Mana yang akan Anda pilih?&lt;/h2&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips &amp; Trik Melamar Pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Melamar Pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Panduan Melamar Pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Atau… &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips &amp; Trik EKSTRIM Melamar Pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pilih salah satu sekarang… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri Anda, kenapa Anda memilih itu? Apakah Anda tertarik dengan satu kata itu? Membuat penasarankah kata itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara pewawancara menyeleksi surat lamaran. Jadi, tugas Anda adalah membuat surat lamaran yang menarik. Lebih baik lagi jika membuat penasaran. Tapi jangan berlebihan, surat lamaran Anda harus tetap formal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah… &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tes… Tes… Tes…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah dua format  surat lamaran yang berbeda berdasarkan pada surat lamaran seperti contoh. Anda mungkin akan melamar pada beberapa perusahaan, catat, surat lamaran yang mana yang mendapt respon lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya juga jika Anda mengoleksi surat lamaran dari senior-senior Anda dan coba bandingkan, cari surat lamaran yang menarik perhatian Anda pada saat pertama kali Anda lihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyeleksi surat lamaran mungkin memutuskan hanya dalam waktu 10 sampai 30 detik saja. Jadi buatlah surat lamaran yang menarik perhatian pada saat pandangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika surat lamaran Anda menarik, penyeleksi akan tertarik untuk mengetahui Anda lebih lanjut. Selanjutnya… cocok atau tidak, itu tergantung dari kualifikasi Anda. Jadi sebaiknya jangan lamar jika tidak cocok dengan kualifikasi Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="www.buku-profitable.com"&gt;buku-profitable&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-8404211379473148264?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/8404211379473148264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/01/tips-melamar-kerja-via-e-mail-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8404211379473148264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8404211379473148264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/01/tips-melamar-kerja-via-e-mail-4.html' title='Tips &amp; Trik EKSTIRM Melamar Pekerjaan  (4)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-1857570758067034942</id><published>2010-01-08T12:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:40:27.124-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lamara pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh lamaran kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat lamaran kerja'/><title type='text'>Tips &amp; Trik EKSTRIM Melamar Pekerjaan (3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAGAIMANA MEMBUAT LAMARAN PEKERJAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan Membuat Surat Lamaran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkenalkan diri secara tertulis dengan tujuan untuk memperoleh jawaban dapat mengikuti tes seleksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Membuatnya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan surat lamaran memberikan kesan positif dan meyakinkan bahwa Anda layak diperhitungkan. Buatlah lamaran dan CV yang mampu membuat HRD terkesan. Jangan hanya format standar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips Membuat Surat Lamaran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Tampilan surat: Bersih, rapi, singkat dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Surat diketik rapi&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cetak dengan tinta yang jelas&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kertas surat ukuran A4 atau Folio&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cukup satu halaman&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;2.  Isi Surat:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahasa surat disesuaikan dengan: bahasa iklan lowongan kerjanya, apakah&lt;br /&gt;perusahaan asing/patungan/nasional, adakah syarat berbahasa inggris aktif.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gaya bahasa, formal, singkat, padat dan jelas, tidak bertele-tele.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Inti isi surat: Identitas diri (nama, alamat, telpon, tgl lahir, pendidikan) dan&lt;br /&gt;Kualifikasi (kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan syarat di iklan&lt;br /&gt;serta kemamuan pendukung lain yang relevan).&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Lampiran&lt;br /&gt;&lt;ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pas foto terbaru, berwarna, ukuran 3x4 atau 4x6 satu buah. Foto saat menggunakan pakaian formal berkerah, jangan kaos/blus.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Daftar Riwayat Hidup, buat sendiri, jangan menggunakan formulir yang dijual umum di toko.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Fotokopi ijasah.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Fotokopi transkrip nilai&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Fotokopi sertifikat pendukung&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Fotokopi KTP, kesehatan, dll (sesuai permintaan)&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesalahan Fatal Dalam Membuat Surat Lamaran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan fatal yang sering dilakukan pelamar adalah mencantumkan 2 posisi sekaligus&lt;br /&gt;dalam sebuah surat lamaran. Seperti: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“…saya mengajukan lamaran untuk posisi Web Design atau Programmer di perusahaan Bapak…”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah lakukan itu atau Anda tidak akan masuk seleksi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CONTOH LAMARAN PEKERJAAN&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 18 November 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth. &lt;br /&gt;Manager Personalia &lt;br /&gt;PT. Virtual Library &lt;br /&gt;Jl. Map no. 35 &lt;br /&gt;Bandung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal: Lamaran Pekerjaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan iklan Bapak yang   dimuat  di  Harian  Umum  Pikiran  Rakyat tanggal  18  November 2006, dengan ini saya mengajukan surat permohonan bekerja sebagai  Web Designer di perusahaan Bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya sampaikan data pribadi saya, &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama lengkap   : Agus Salim &lt;br /&gt;Tempat, tanggal lahir  : 24 Mei 1980 &lt;br /&gt;Alamat  : Jl. Rahasia no. 35 Bandung 40000  &lt;br /&gt;No. Telepon : (022) 4210000 / 081000000000&lt;br /&gt;Pendidikan : Diploma 3, Teknik Informatika&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya mampu mendesain web dengan baik. Saya juga mampu membuat program beserta database berbasis web, menggunakan aplikasi Macromedia Dreamweaver, Microsoft  FrontPage, SQL Server, ASP, PHP,   dan tools pendukung lainnya. Saya berbahasa inggris aktif. Saya bersedia melakukan perjalanan dinas keluar kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya belum mempunyai pengalaman kerja di bidang ini, namun berkat kursus web design yang saya ikuti di X College, saya yakin dapat mengerjakan tugas-tugas sebagai web designer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan saya dapat mengikuti tes seleksi dan wawancara. Terima kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat Saya,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agus Salim&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Daftar Riwayat Hidup &lt;br /&gt;2. Fotokopi Transkrip Nilai &lt;br /&gt;3. Fotokopi Ijasah D3 Teknik Informatika &lt;br /&gt;4. Lembar pasfoto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-1857570758067034942?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/1857570758067034942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/01/bagaimana-membuat-lamaran-pekerjaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1857570758067034942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1857570758067034942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2010/01/bagaimana-membuat-lamaran-pekerjaan.html' title='Tips &amp; Trik EKSTRIM Melamar Pekerjaan (3)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-8330892608721000147</id><published>2009-12-29T15:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:41:04.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gaji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tes kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>Tips &amp; Trik EKSTRIM  Melamar Pekerjaan (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAWANCARA&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang Harus Anda Bawa ke Wawancara Pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persiapkan dan rapikan semua dokumen yang akan dibutuhkan di saat wawancara pekerjaan. Resume adalah dokumen utama Anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Referensi Anda&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting juga untuk membuat daftar referensi. Persiapkan untuk diberikan pada pewawancara, nama dan alamat 3 orang yang kenal baik dengan Anda dan/atau pekerjaan Anda. Anda harus meminta referen untuk menggunakan nama mereka. Jika perlu, minta teman profesional atau atasan yang dulu untuk menuliskan surat referensi, dan lampirkan dalam resume Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketahui Perusahaan Dan Calon Majikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajari sebisa Anda tentang perusahaan yang mewawancarai Anda. Kunjungi web site perusahaan itu untuk mencari tahu semua tentang perusahaan itu. Coba untuk mencari apa yang mereka lakukan dan konsentrasi kerjanya. Cari tahu untuk siapa Anda bekerja. Ia akan sangat berpengaruh dalam hidup Anda. Pastikan Anda benar-benar ingin bekerja dengan orang itu. Jika bos Anda tidak mengatakan tentang dirinya di wawancara, jangan tanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketahui Berapa Seharusnya Anda Digaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahui berapa seharusnya Anda digaji untuk kemampuan dan keahlian Anda. Perkirakan sedikit lebih tinggi sehingga perusahaan dapat menawarnya. Jangan terlalu tiggi atau Anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu. Ketahui perkiraan skala gaji untuk perkerjaan itu dan bersiaplah untuk negosiasi gaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenali diri sendiri&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting Anda mengenali diri sendiri. Evaluasi apa yang dapat Anda tawarkan untuk perusahaan, apakah itu pendidikan, latihan atau keahlian khusus. Selalu beritahu mereka apa yang dapat Anda lakukan, bukan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Ketahui tepatnya tipe pekerjaan apa yang seharusnya Anda lamar dan tipe pekerjaan apa yang Anda inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketahui Pewawancara Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan diri untuk pertanyaan-pertanyaan pewawancara yang mungkin ditanyakan pada Anda. Anda harus berlatih menjawab pertanyaan yang sering dilontarkan pewawancara. Mintalah seseorang untuk bertanya pada Anda pertanyaan-pertanyaan ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Kenapa Anda ingin bekerja disini?  &lt;br /&gt;-  Berapa lama Anda ingin bekerja untuk perusahaan ini?  &lt;br /&gt;-  Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya?  &lt;br /&gt;-  Ceritakan tentang diri Anda?  &lt;br /&gt;-  Kenapa sekarang Anda tidak bekerja?  &lt;br /&gt;-  Berapa lama Anda akan tetap tinggal dalam pekerjaan ini tanpa kenaikan jabatan?  &lt;br /&gt;-  Kenapa kami harus menerima Anda?  &lt;br /&gt;-  Apakah Anda sedang dalam kondisi kesehatan yang baik?  &lt;br /&gt;-  Apa yang Anda suka/tidak suka dari pekerjaan sebelumnya?  &lt;br /&gt;-  Berapa gaji Anda sebelumnya?  &lt;br /&gt;-  Berapa Anda ingin digaji?  &lt;br /&gt;-  Kenapa Anda pikir dapat melakukan pekerjaan ini tanpa pengalaman? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan setidaknya Anda datang 10 menit lebih awal dari jadwal pertemuan. Jangan datang terlalu cepat atau terlambat. Beri cukup waktu untuk wawancara--jangan menjadwalkan janji lain yang terlalu dekat dengan waktu wawancara. Waktu Anda dengan pewawancara tidak bisa diganggu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penampilan Anda dan Pakaian&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berpakaian terlalu kasual atau terlalu formal untuk wawancara. Pakaian konservatif dengan warna tidak terlalu mencolok. Berpakaian rapi dan bercukurlah untuk pewawancara. Wanita seharusnya memastikan dirinya terlihat sangat rapi. Rambut seharusnya tidak menutupi muka, diatas alis atau diikat kebelakang. Makeup lebih halus. Penampilan Anda sangat penting bagi pewawancara. Jika penampilan Anda buruk untuk pewawancara, ia akan menganggap seperti itulah penampilan Anda pada saat bekerja. Penampilan rapi adalah harus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang Harus Dilakukan Pada Saat Wawancara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda berjabat tangan dengan pewawancara, jabat dengan hangat, cukup kuat.Jangan pasif. Terlihat seperti profesional dan bersahabat. Senyum selalu sepanjang wawancara. Pastikan senyum Anda tulus dan tidak berpura-pura. Kontak mata yang baik sangat penting. Jika Anda tidak dapat melihat matanya, lihat diantara matanya. Ini akan kelihatan sama dengan melihat matanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk tegak dan terarah pada pewawancara. Ini akan memperlihatkan bahwa Anda sangat antusias dengan apa yang pewawancara katakan. Jangan merokok atau terlihat lesu ketika diwawancara. Jika Anda cukup tegang, cobalah untuk tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Harus Dikatakan Pada Saat Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab pertanyaan pewawancara dengan singkat tapi lengkap. Jangan katakan hal yang tidak penting dan menghabiskan waktunya. Katakan pada pewawancara apa yang Anda harapkan dari pekerjaan Anda dan darinya. Beritahu juga apa yang bisa ia harapkan dari Anda. Tekankan kualifikasi Anda dengan nada positif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika calon majikan bertanya, tipe seperti apa orang yang Anda inginkan, gunakan informasi ini pada saat Anda mengatakan pada calon majikan tentang kualifikasi Anda. Itu sangat penting mengatakan kepadanya apa yang ingin ia dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda mengatakan pada orang apa yang mereka ingin dengar, mereka mulai setuju dengan Anda. Jangan berlebihan dan jangan berbohong. Gunakan resume untuk mendukung Anda. Jika Anda tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan pewawancara, meintalah&lt;br /&gt;pewawancara untuk mengulanginya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah bayangkan apa yang ingin diketahui pewawancara tentang Anda. Jika Anda tahu apa yang ia ingin tahu, jawablah persis seperti yang ia inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang Jangan Katakan/Lakukan Saat Wawancara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan tentang pekerjaan sebelumnya jika itu membantu Anda. Jangan katakan hal buruk atau mengkritik teman atau pekerja yang lalu. Jika Anda mengatakan hal buruk tentang seseorang, calon majikan Anda dapat mengira akan terjadi masalah dengan Anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan hal negatif tentang diri Anda. Cobalah untuk tidak mendiskusikan hal yang pribadi, keuangan atau tempat tinggal kecuali Anda ditanya secara spesifik. Jika pewawancara bertanya dengan cepat dan memusingkan, ia melakukan ini untuk menempatkan Anda pada tekanan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap kontrol dan jawab dengan tenang. Jangan tidak sabar ketika pewawancara bertanya pada Anda. Tunggu hingga ia selesai dengan pertanyaannya dan jawab dengan lengkap dan tenang. Anda tidak ingin pewawancara berpikir Anda cepat putus asa dengan pekerjaan. Jangan bawa seseorang mengantar Anda ke wawancara--ini membuat Anda kelihatan tidak mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di Akhir Wawancara&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pewawancara tidak menawarkan Anda pekerjaan di akhir wawanc ara, tanyakan kapan Anda diberi tahu atau kapan Anda dapat menghubungi untuk mencari tahu keputusannya. Jika Anda diminta untuk kembali, tuliskan waktu dan tempatnya. Setelah wawancara berterimakasihlah atas waktunya untuk mewawancarai Anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan apakah ia tahu perusahaan lain yang mungkin membutuhkan orang dengan kualifikasi Anda. Praktek yang baik adalah juga berterimakasih pada pewawancara dengan surat "terima kasih". Kebanyakan pelamar tidak melakukan ini, ini juga akan mendekatkan Anda dengan pekerjaan.(ersambung)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Agus Salim | &lt;a href="http://www.buku-profitable.com  "&gt;Buku-Profitable&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-8330892608721000147?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/8330892608721000147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/12/tips-trik-ekstrim-melamar-pekerjaan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8330892608721000147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8330892608721000147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/12/tips-trik-ekstrim-melamar-pekerjaan-2.html' title='Tips &amp; Trik EKSTRIM  Melamar Pekerjaan (2)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-3027790343334279373</id><published>2009-12-15T13:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:41:54.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melamar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip Trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E book'/><title type='text'>Tips &amp; Trik EKSTRIM  Melamar Pekerjaan  (1)</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;Temukan tips &amp; trik standar hingga tips &amp; trik EKSTRIM untuk &lt;br /&gt;memenangkan persaingan melamar pekerjaan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Message from author… | Saya bukan seorang penulis professional. Saya seorang Internet Marketing tapi apa yang saya ingin sampaikan sangat penting yang membuat saya memutuskan untuk duduk dan menulis eBook ini untuk Anda dengan cara terbaik yang Saya tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman-teman Saya yang sedang mencari pekerjaan. Oleh Karena itu saya mulai mengumpulkan informasi tentang cara mencari pekerjaan dari berbagai sumber terutama Internet, saya hanya dapat melakukan itu. Jadi, sekarang saya bisa memberitahu mereka dan Anda sambil duduk dan ditemani secangkir kopi…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam eBook ini anda akan menemukan tips &amp; trik standar hingga tips &amp; trik EKSTRIM untuk memenangkan persaingan melamar pekerjaan anda. EBook ini ditujukan untuk Anda yang suka mencari pengetahuan baru dan menerapkannya dengan melakukan tindakan – tindakan mengubah hidup!&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Oleh: Agus Salim&lt;br /&gt;Buku-Profitable &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.buku-profitable.com"&gt;www.buku-profitable.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TENTANG EBOOK INI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips &amp; trik dalam eBook ini adalah koleksi yang bersumber dari artikel, milis dan email yang berhubungan dengan melamar pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright tidak termasuk artikel secara individual tapi copyright pada koleksi dalam format ini dan pada bab Tips &amp; Trik EKSTRIM. &lt;br /&gt;eBook ini versi 1.1, released  19 Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SEBELUM MULAI MENCARI PEKERJAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenali Kekuatan/Potensi Diri&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mulai melamar pekerjaan kenali kekuatan/potensi anda, apakah anda: &lt;br /&gt;1. Think , orang yang menyukai konsep. &lt;br /&gt;2. Check, orang-orang ini cocok untuk posisi audit. &lt;br /&gt;3. Talk, jika anda suka berbicara, anda cocok untuk posisi marketing, penyiar, presenter… &lt;br /&gt;4. Act, apakah anda lebih suka bertindak daripada bicara? anda akan lebih cocok dengan administrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN PENCARIAN KERJA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahu Apa yang Anda Inginkan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda inginkan harus benar-benar jelas. Jangan memiliki objek seperti "pekerjaan apa saja." Definisikan dengan spesifik objek atau tujuan Anda. Langkah pertama Anda untuk sukses dalam pekerjaan adalah mengetahui dengan persis apa yang Anda inginkan. Tanyakan pada diri sendiri dan tulis jawabannya di selembar kertas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berpikir Positif dan Jangan Takut Salah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu bepikir sukses, tapi bersiaplah untuk hal yang buruk dalam hidup. Kesalahan terjadi untuk kebaikan kita. Tantangan kita adalah melawan  rasa takut melakukan kesalahan. Kesalahan adalah guru yang hebat, pelajari kesalahan dengan baik. Ingat, jika anda tidak mengalami kesalahan, anda tidak melakukan apa-apa dan Anda jauh dari kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadikan Postif&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda bersikap "menang, menang, menang", anda akan mulai menang. Ketika anda berpikir positif, semua disekeliling Anda akan menjadi positif. Jika anda menginginkan  sesuatu menjadi baik, mereka akan menjadi baik. Anda mengontrol takdir. Takdir TIDAK mengatur Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Percaya Diri&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus percaya diri. Jika anda tidak percaya pada diri sendiri, orang tidak akan mempercayai Anda. Orang mengagumi dan menghargai orang yang percaya diri. Anda bahkan akan lebih mengagumi dan menghargai diri sendiri. Jika Anda ragu akan diri anda sendiri, orang lain juga akan ragu terhadap Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bertindak Adalah Kuncinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan apapun yang ingin Anda lakukan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Berkomitmenlah untuk bertindak. Jangan menunda-nunda, mulai sekarang. Satu-satunya cara untuk sukses adalah jika Anda bertindak sekarang. Anda harus bertindak melakukan serangan penuh di waktu fajar jika Anda ingin mewujudkan mimpi anda. Rencanakan ide Anda hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bayangkan Pekerjaan Baru Anda&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan pekerjaan yang anda inginkan. Katakan pada diri sendiri seberapa ingin anda dengan pekerjaan itu dan apakah anda senang melakukan pekerjaan itu. Mimpi anda akan menjadi kenyataan. Ketahui apa yang Anda impikan. Bayangkan sukses dalam pikiran anda sebaik mungkin hingga seperti nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gigih&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigih untuk melakukan yang lebih baik. Apapun pekerjaan bernilai adalah melakukan pekerjaan bernilai lagi dan lagi dan lagi. Jangan berhenti dari target anda. Coba terus dan anda akan sukses. Tak ada seorangpun berhasil pada saat pertama kali melakukan. Coba terus dan terus dan jangan berhenti hinga Anda mendapat yang Anda inginkan. Tidak ada jalan untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Itu Akan Membayar Anda&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada makan siang gratis. Jika anda menginginkan sesuatu, anda harus membayarnya. akan menjadi sukar untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan, tapi itu akan menjadi sangat bernilai ketika anda melewati kesukarannya dan sukses. Hal terbaik dalam hidaup adalah sesuatu yang sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang Lain Dapat Membantu Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang akan membantu anda untuk mendapat apa yang anda inginkan. Tidak akan pernah mudah melakuk annya sendirian. Orang dapat mengajari anda dan membantu anda menjadi pribadi yang lebih baik. Dengarkan orang lain... Anda akan belajar dari mereka. Jika seseorang menolong Anda, jangan lupa beri mereka penghargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuntut Lebih Banyak&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda menuntut lebih banyak, anda akan mendapatkan lebih banyak. Pengharapan anda dari orang lain dan diri sendiri akan menjadi kenyataan jika anda berharap itu akan menjadi kenyataan. Apa yang anda harapkan untuk menjadi kenyataan, itu akan terwujud. Jika anda berusaha keras, anda akan mulai melihat hasilnya. Tuntut dan anda akan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIMANA MENCARI LOWONGAN PEKERJAAN&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koran Lokal&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Jika anda ingin bekerja di kota anda. Anda bisa menemukan lowonga pekerjaan di iklan lowongan kerja di koran lokal di kota anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Internet &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di internet anda bisa menemukan ribuan lowongan pekerjaan baik lokal, nasional, maupun interntasional. anda bisa menggunakan  search engine di www.google.com atau www.yahoo.com dengan menggunakan keyword: “lowongan kerja”, “karir” atau “jobs” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Anda bisa mengunjungi web site khusus ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.karir.com&lt;br /&gt;Indonesia's leading career management and job search portal. A total-solution venue for starting and building a career, benefiting both employers offering... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.informasikerja.com&lt;br /&gt;Ditujukan baik untuk anda, pelamar yang ingin mendapatkan informasi lowongan kerja secara lengkap, ataupun perusahaan yang ingin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jobsdb.com atau id.jobsdb.com (Indonesia) &lt;br /&gt;JobsDB is the largest Interactive Recruitment Network across Asia - Australia, China,Hong Kong,India,Indonesia,Korea,Malaysia,Philippines,Singapore... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://jobindo.com &lt;br /&gt;Indonesia Jobs Online, Portal Lowongan Kerja Online dan bursa tenaga kerja Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.lowongan.info&lt;br /&gt;Bursa bagi para pencari pekerjaan di Indonesia dan sekaligus tempat bagi perusahaan yang sedang mencari karyawan, silahkan posting disini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MILIS LOWONGAN KERJA&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milis Lowongan Kerja  Terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Head Hunter dengan Jumlah Lowongan Kerja per hari mencapai lebih dari 50 buah dan member mencapai 81.000 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tertarik, silahkan kirimkan email kosong &lt;br /&gt;ke:indonesia_headhuntersubscribe@yahoogroups.com atau browsing&lt;br /&gt;ke:http://finance.groups.yahoo.com/group/indonesia_headhunter/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEPARTEMEN TENAGA KERJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi anda yang ingin berkarir di instansi pemerintahan, anda bisa menemukan informasi&lt;br /&gt;lowongan pekerjaan di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LAIN-LAIN&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin dapat menemukan lowongan pekerjaan yang cocok di bursa tenaga kerja. Beberapa perguruan tinggi mungkin memiliki bursa kerja tersendiri atau job center, Anda bisa cek di kampus Anda.(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;100% Buku-Profitable! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda sekarang memiliki dan dapat mendistribusikan eBook “pekerja keras” ini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat mencetak, mendistribusi-kan atau menjual kembali dengan harga terserah Anda (disarankan Rp. 19.000) dan simpan 100% keuntungannya!  atau Anda diperbolehkan untuk meng- upload ke website anda untuk meningkatkan traffic dengan memberikan eBook ini secara cuma -cuma. atau terserah anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anda harus ingat bahwa anda dilarang memodifikasi eBook ini&lt;br /&gt;dengan jenis atau bentuk apapun.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-3027790343334279373?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/3027790343334279373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/12/tips-trik-ekstrim-melamar-pekerjaan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3027790343334279373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3027790343334279373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/12/tips-trik-ekstrim-melamar-pekerjaan-1.html' title='Tips &amp; Trik EKSTRIM  Melamar Pekerjaan  (1)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-4988450398898837681</id><published>2009-10-23T11:47:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:42:33.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arifdiarto Ambar Wirawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMA'/><title type='text'>LULUSAN SMA YANG JADI PENGUSAHA SUKSES</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Meski hanya lulusan sekolah menengah atas, Arifdiarto Ambar Wirawan (35) atau yang akrab disapa Kelik berhasil menjadi pengusaha sukses. Usaha geplak dan peyek tumpuk yang sudah digelutinya selama 10 tahun ini mampu meraih omzet hingga Rp 60 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan margin 30 persen, Kelik bisa menyisakan keuntungan sekitar Rp 18 juta per bulan. Nilai yang luar biasa bagi pengusaha di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Meski sudah sukses, ia belum merasa puas. Penambahan cabang gerai baru di kota lain menjadi obsesinya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelik membuka usaha geplak dan peyek tumpuk bersama istrinya, Sri Kasih (32), di Jalan Wahid Hasyim, Bantul. Toko berukuran 5 x 8 meter itu berdampingan dengan rumah tempat tinggalnya sekaligus lokasi produksi. Dulu, toko itu hanya berupa bangunan bambu, tetapi kini sudah berkembang menjadi bangunan permanen dengan desain lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari, Kelik membutuhkan sekitar 2,5 kuintal gula pasir untuk membuat geplak. Untuk peyek tumpuk, ia butuh sekitar 50 kilogram kacang dan 25 kilogram tepung beras per hari. Untuk membantunya berproduksi, ia mempekerjakan 20 tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa istimewanya geplak buatan Kelik. Menurut dia, ia hanya menggunakan gula asli tanpa pemanis sehingga rasa manisnya lebih mantap. Tak heran jika geplak yang dijual seharga Rp 16.000 per kilogram itu laris manis. ”Kalau bentuknya hampir sama produk milik orang lain, tetapi dari segi rasa, konsumen bisa membedakannya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat geplak, ia memakai kelapa, gula, dan aroma sesuai selera. Proses pembuatan geplak diawali dengan pemarutan kelapa lalu santannya ditempatkan di kuali dan dicampur dengan gula kemudian diaduk. Setelah dinaikkan ke tungku sekitar 4 jam, lalu diturunkan dan diberi aroma, olahan itu kemudian dibentuk dan diangin-anginkan selama 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kelik, produknya yang dinilai istimewa adalah peyek tumpuk. Sesuai dengan namanya, peyek tersebut dibuat dengan cara menyusun sehingga membentuk rangkaian peyek. Berbeda dengan peyek pipih yang dimasak dengan satu kali penggorengan, peyek tumpuk digoreng selama tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, penggorengan dimaksudkan untuk membuat susunan peyek. Setelah terbentuk susunan, peyek dipindahkan ke penggorengan kedua. Pada penggorengan pertama, nyala api harus kuat agar efek panasnya tinggi. Tujuannya supaya kacangnya bisa lekas matang. Di penggorengan kedua, nyala api justru lebih kecil karena tujuannya supaya peyek secara keseluruhan bisa matang. ”Kalau apinya terlalu besar, bisa gosong,” ujar bapak tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke penggorengan terakhir, peyek terlebih dahulu diangin-anginkan selama semalam. Tujuannya supaya peyek benar-benar renyah dan gurih. Peyek tersebut dijual seharga Rp 32.000 per kilogram. Untuk proses pengapian, ia memanfaatkan tempurung kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk membuat peyek dan geplak, dalam sehari saya butuh sekitar 750 butir kelapa. Kalau tempurungnya tidak saya manfaatkan kan sayang. Hitung-hitung, ongkos produksi bisa ditekan, apalagi harga gas dan minyak tanah sudah sangat mahal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide pembuatan peyek tumpuk sebenarnya berasal dari mertuanya yang kebetulan bernama Mbok Tumpuk. Sebagai menantu, Kelik berhasil meningkatkan usaha mertuanya dengan tetap mempertahankan nama Mbok Tumpuk sebagai identitas produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kelik, membuka usaha di bidang makanan awalnya tergolong susah. Karena belum dikenal masyarakat, biasanya penjualan masih minim. Kalau tidak kuat, si pengusaha bisa saja memutuskan untuk berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagi saya, usaha butuh konsistensi. Meski awalnya tidak laku, saya harus terus berproduksi. Saya tidak boleh menyerah. Konsistensi juga faktor utama untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain konsistensi, lanjut Kelik, faktor kejujuran juga memegang peranan penting. Kepada pembeli, ia selalu menginformasikan soal masa kedaluwarsa produknya. Kalau waktunya tinggal sedikit, ia menyarankan pembeli tidak mengambilnya, apalagi jika peyek atau geplak tersebut akan dibawa ke luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelik hanya menjual geplak dan peyeknya di toko sendiri. Ia sengaja tidak menitipkannya ke toko-toko lain meski banyak permintaan. Ia khawatir bila dititipkan, harga dan kualitas tidak bisa terkontrol. ”Bisa saja di toko lain produk kami dijual sangat mahal. Mereka juga bisa saja menjual produk kedaluwarsa. Kalau sudah begitu, citra kami pasti hancur,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap bisa membuka gerai sendiri di kota-kota besar. Dengan pengendalian sendiri, ia yakin usahanya bisa maju karena semuanya lebih terkontrol. Sampai sekarang saja, Kelik bersama istri masih terlibat langsung dalam proses peracikan bumbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan terlalu percaya dengan karyawan. Semuanya harus kami monitor selama kami masih sanggup,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas - &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/inbox/?folder=[fb]messages&amp;page=1&amp;tid=1121089508311"&gt;Pramono 'Pakde' Dewo&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-4988450398898837681?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/4988450398898837681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/lulusan-sma-yang-jadi-pengusaha-sukses.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4988450398898837681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4988450398898837681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/lulusan-sma-yang-jadi-pengusaha-sukses.html' title='LULUSAN SMA YANG JADI PENGUSAHA SUKSES'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-829776071843201514</id><published>2009-10-13T19:36:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:43:17.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penjual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qolbu.'/><title type='text'>Penjual Tempe</title><content type='html'>Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai menyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ” demikian dia selalu memaknai hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi…….deg !! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, ditengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keajaiban Tuhan akan datang….pasti, ” yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, “kehendak” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti sekarang telah jadi tempe !” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan… dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, airmata menitik di keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar… merasa sendirian. Allah telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan… esok dia pun tak akan dapat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat. Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??” Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “Jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ….”&lt;br /&gt;“Bagaimana Bu ? Apa ibu menjual tempe setengah jadi ?” tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca ?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi ! “Alhamdulillah! ” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, ini kisah yang biasa bukan ? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa…..dan “memaksakan” agar …..Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam Bishshawaab…..&lt;br /&gt;NB : Nama asli Maman adalah iman wahyu ardiansyah sekarang beliau ada di PT. CJI pasuruan.&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://topengdigital.blogsome.com/2009/06/27/penjual-tempe/trackback"&gt;Copy paste dari milis tahajud.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-829776071843201514?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/829776071843201514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/penjual-tempe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/829776071843201514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/829776071843201514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/penjual-tempe.html' title='Penjual Tempe'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-4194639750448504418</id><published>2009-10-03T07:34:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:43:48.451-08:00</updated><title type='text'>ANAK ELANG....! (Kisah Inspiratif)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani di sebuah desa di lereng bukit. Namanya Kusno. Kusno mempunyai sebidang sawah yang cukup luas, yang sedang ditanami padi. Setiap hari ia selalu pergi pagi dan pulang pada sore hari untuk merawat padi-padinya. Selain bertani Kusno juga mempunyai beberapa hewan peliharaan, seperti ayam, kambing dan sapi. Ayamnya sudah mencapai puluhan ekor, ada yang kecil, besar, ada yang bertelor dan ada juga yang sedang mengeram. Kambingnya baru beranak, sedang sapinya berjumlah 5 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore ketika Kusno dalam perjalanan pulang, ia menemukan sebutir telur dipematang sawah yang biasa ia lalui. Diambil dan diamatinya telur tersebut sambil bertanya dalam hati “Telur apa ini, ya..? Kok bentuk dan ukurannya agak beda ya...dengan telur ayam dirumah? ….punya siapa?” .. Setelah beberapa saat ia mengamati dan berpikir, kemudian dia memutuskan untuk membawa pulang telur tersebut. Sepanjang perjalanan, Kusno terus berpikir...”Mau saya apakan telur ini ya...? Digoreng lalu dimakan atau ditetaskan saja biar hewan peliharaanku tambah banyak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ketika sampai dirumah, Kusno memutuskan untuk menaruh telor tersebut dierami oleh seekor induk ayam. Setelah 21 hari mengerami, akhirnya semua telor-telor yang dierami menetas. Termasuk telor yang ditemukan Kusno di sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian waktu hidup dalam asuhan induk ayam, mulailah nampak perbedaan antara anak ayam dengan anak dari telor yang ditemukan di sawah. Ternyata telor yang ditemukan Kusno adalah telor burung elang. Maka anaknya namanya anak elang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang induk ayam memperlakukan anak-anaknya sama semua. Bagaimana cara mencari makan, berlari-lari dll semuanya serba mengikuti ayam. Termasuk anak elang tersebut berpolah tingkah sebagaimana yang dia lihat dari induk maupun dari sesama saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, datanglah bayangan terlihat terbang memutar-mutar disekitar induk dan anak-anak ayam tersebut. Sang induk dengan paniknya berteriak mengumpulkan anak-anak ayam untuk memberi perlindungan. Anak elang melihat kejadian tersebut, melihat ada hewan yang bisa terbang berputar kemana-mana kemudian dia berpikir ”alangkah enaknya dia... bisa terbang kemana-mana... andai aku bisa seperti dia...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, anak elang tersebut menjadi dewasa....kemudian tua dan akhirnya mati dalam kondisi yang tidak berubah...masih seperti ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku, Kadang kita tidak menyadari bahwa kita sesungguhnya punya kemampuan yang luar biasa, sesungguhnya kita dapat menjadi orang yang bukan seperti saat ini.. Jika saat ini kondisi ekonomi (penghasilan) kita pas-pasan bahkan kurang.....itu karena kita mempunyai pikiran seperti elang. Kita berpikir bahwa kita ya...hanya seekor ayam, padahal sesungguhnya kita adalah elang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir dan lingkungan kitalah yang akhirnya membentuk dan menjadikan kita seperti saat ini. Kita bukan ayam dan juga bukan elang, kita adalah manusia yang dikaruniai akal. Dengan akal, kita mampu berpikir dan bertindak untuk meraih apapapun untuk kesuksesan hidup kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya, salam sukses selalu.....!&lt;br /&gt;Pramono 'Pakde' Dewo(dari tulisan tetangga sebelah)&lt;br /&gt;Untuk anggota JADI PENGUSAHA ??... SIAPA TAKUT !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-4194639750448504418?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/4194639750448504418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/anak-elang-kisah-inspiratif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4194639750448504418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4194639750448504418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/10/anak-elang-kisah-inspiratif.html' title='ANAK ELANG....! (Kisah Inspiratif)'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-6229209923290937865</id><published>2009-09-27T14:49:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:45:59.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog'/><title type='text'>Bloging Bisa Membantu Mendorong Karier</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ke mana pun Anda melihat, setidaknya akan ada orang yang memegang BlackBerry atau ponsel yang bisa berinternet. Tak heran, aplikasi-aplikasi jejaring sosial di internet sangat banyak pengikutnya. Belum lagi penyedia lahan blog yang menjadi tempat curahan hati dan sebagai tempat unjuk kebolehan yang gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog memiliki kegunaan yang sangat beragam. Fungsinya sebagai diary maya, tempat menunjukkan hasil jepretan, menunjukkan kreasi seni, berbagi informasi, bahkan berkenalan dengan orang lain. Apakah Anda sudah memiliki blog? Jika belum, kemungkinan terbesar Anda melewatkan satu hal yang bisa menjadi kesempatan untuk melejitkan karier Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa blog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog merupakan sarana yang amat bagus untuk seseorang yang sedang mencari pekerjaan, termasuk para fresh graduate. Pasalnya, blog menjadi tempat Anda untuk mencurahkan dan menyimpan hasil karya dalam bentuk digital. Misal, tempat Anda menyimpan hasil tulisan, hasil jepretan, bahkan hasil karya di sana. Selain Anda bisa menunjukkan kemampuan Anda, menyimpan hasil karya juga sebagai pembuktian bahwa Anda tidak gaptek. Dua hal yang amat diperlukan untuk bisa bersaing di dunia teknologi masa sekarang. Namun, perlu dipikirkan dan dipastikan bahwa blog yang Anda tampilkan mencerminkan hasil yang profesional, bukan blog yang sangat pribadi dan isinya seputar hobi dan kata-kata yang tidak sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menyampaikan kepada calon pemberi kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang ingin diketahui oleh perusahaan sebelum memberikan pekerjaan kepada pencari kerja adalah apa yang unik dari diri Anda? Jika Anda sudah memiliki blog yang banyak dikunjungi dan dibaca orang, hal ini bisa jadi nilai kunci Anda. Anda bisa mengedepankan hal ini saat wawancara kerja, misal, “Blog yang sudah saya kembangkan secara pribadi ini berisi tentang pandangan saya seputar ekonomi, dan bagaimana keluar dari situasi rumit keuangan. Saat ini ada lebih dari 700 pembaca yang selalu membaca blog saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau cara yang lebih mudah adalah dengan mencantumkan alamat blog Anda di resume, dengan penjabaran singkat isi blog tersebut. Anda tak perlu menjadi seseorang yang sangat ahli untuk bisa menulis di blog, jangan berusaha, dan jangan berpura-pura menjadi seorang yang sangat ahli karena ini bisa berbahaya. Direkomendasikan, blog untuk mencurahkan isi pikiran Anda yang tak menyinggung SARA ataupun orang lain. Anda bisa memulai untuk menulis tentang sesuatu yang Anda sukai atau yang berkaitan dengan karier Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAD &lt;br /&gt;Sumber : careerbuilder | KOMPAS.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-6229209923290937865?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/6229209923290937865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/bloging-bisa-membantu-mendorong-karier.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/6229209923290937865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/6229209923290937865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/bloging-bisa-membantu-mendorong-karier.html' title='Bloging Bisa Membantu Mendorong Karier'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-8523166716371728905</id><published>2009-09-24T06:11:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:46:44.878-08:00</updated><title type='text'>Yang Bikin Gagal Saat Wawancara Kerja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KOMPAS.com - Terkadang, tindakan berbicara lebih kencang daripada ucapan. Karena itu pula, jangan heran jika Anda tak lolos wawancara kerja, meskipun apa yang Anda sampaikan sudah sesuai buku teks jawaban wawancara kerja. Kadang, kita tak sadar ada gerakan-gerakan yang sepintas terkesan sepele, tetapi ternyata berpengaruh terhadap penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, situs Careerbuilder mensurvei ratusan perusahaan, dan menanyakan apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pelamar sehingga mereka tidak diterima kerja. Umumnya, hal-hal sepele lah yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sombong atau bosan&lt;br /&gt;Kebanyakan orang yang melamar pekerjaan, ketika akan diwawancara akan merasa gugup. Ketika seseorang gugup, biasanya akan melakukan suatu tindakan kecil untuk menyalurkan kegugupannya. Misal, mengetuk-etukkan jari di meja, mengetuk kaki, memilin rambut, membuka-tutup pulpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, si pewawancara justru menanggapi tindakan-tindakan semacam ini sebagai sinyal kebosanan. Sementara kebosanan pun diartikan sebagai kesombongan. Siapa yang mau bekerja dengan orang sombong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatasinya? Usahakan untuk berlatih sesering mungkin. Seseorang yang kalem, percaya diri, dan tidak stres, akan bernafas perlahan. Sebelum mulai bicara, ambillah napas panjang, dan perhatikan tangan serta kaki Anda. Biarkan tangan beristirahat di lengan kursi, dan kaki diam istirahat di lantai, lutut saling menempel untuk meminimalkan ketukan kaki. Badan condong ke depan, ke arah meja, juga bisa menunjukkan bahwa Anda tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berdandan sesuai acara&lt;br /&gt;Tentunya, ketika akan mendatangi suatu wawancara kerja, Anda akan berusaha mengenakan pakaian seformal mungkin. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengenakan pakaian yang formal. Tak jarang, malah, mereka yang fresh graduate malah mengenakan pakaian informal karena bingung mau pakai baju apa. Solusinya, bukanlah ide yang buruk untuk berinvestasi pada pakaian formal. Kemeja, celana bahan, blazer, serta sepatu hak kecil dan tertutup. Jika Anda melamar pekerjaan ke bidang kreatif, Anda bisa menambah corak atau warna dengan aksesori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada persiapan&lt;br /&gt;Adalah kesalahan jika Anda tidak terlebih dahulu mencari tahu latar belakang perusahaan yang Anda lamar. Anda tak hanya akan bingung mau berkata apa, tetapi juga memperlihatkan bahwa Anda tidak mau tahu, pemalas, dan kurang inisiatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan jamannya lagi Anda kurang informasi. Segala teknologi sudah bisa membantu Anda mencari tahu apa pun yang ingin Anda ketahui. Pelajarilah sebisa mungkin tempat Anda melamar pekerjaan. Buat si pewawancara kagum dengan pengetahuan dan ide-ide yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mematikan telepon genggam&lt;br /&gt;Adalah hal yang tidak bisa dimaafkan jika Anda menyalakan telepon genggam Anda. Menonaktifkan telepon genggam akan memberikan Anda dan si pewawancara waktu untuk bisa konsentrasi dan mengeliminasi gangguan. Selalu pastikan ponsel Anda dalam mode silent saat akan rapat atau wawancara kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menanyakan pertanyaan bagus &lt;br /&gt;Banyak orang sudah tahu, bahwa sebaiknya Anda menanyakan suatu pertanyaan saat wawancara kerja. Namun, yang tak banyak diketahui adalah pertanyaan apa yang harus ditanya. Yang terutama, yang tak boleh ditanyakan saat wawancara pertama adalah jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mencoba untuk menanyakan pertanyaan mengenai pekerjaan yang Anda lamar. Tugas-tugas utama Anda, atau tanyakan kepada si pewawancara kerja, apa yang membuatnya senang bekerja di perusahaan ini. Bisa juga menanyakan, “Menurut Bapak/Ibu, tantangan terbesar apa yang akan saya hadapi dalam posisi ini?” Pertanyaan ini akan membuat si pewawancara berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengirimkan lamaran terlalu banyak &lt;br /&gt;Salah satu trik untuk membuat Anda terlihat seperti orang yang tidak kompeten adalah dengan mengirimkan surat lamaran yang sama berkali-kali ke perusahaan. Mengapa? Karena ini mengganggu, plus membuat Anda terlihat desperate untuk masuk ke perusahaan itu. Anda cukup mengirimkan lamaran ke lowongan yang menurut Anda paling pas. Buat surat lamaran Anda semenarik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memberikan foto yang profesional &lt;br /&gt;Foto-foto diri yang Anda ambil untuk diri sendiri sebaiknya disimpan untuk situs pribadi saja. Jika Anda ingin mengirimkan lamaran, jangan lupa menyertakan foto diri dengan pose profesional. Anda tak ingin mengirimkan suatu hal yang bisa membuat perusahaan meragukan kredibilitas Anda, kan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAD &lt;br /&gt;Sumber : careerbuilder&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-8523166716371728905?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/8523166716371728905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/yang-bikin-gagal-saat-wawancara-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8523166716371728905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8523166716371728905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/yang-bikin-gagal-saat-wawancara-kerja.html' title='Yang Bikin Gagal Saat Wawancara Kerja'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-2658840864342712025</id><published>2009-09-16T15:12:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:44:48.755-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKB 3 Menteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Raya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cuti Bersama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cuti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Libur'/><title type='text'>Perhitungan Lapan : Idul Fitri 20 September</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat diminta tidak tersesat dalam membaca kalender yang menyebutkan Idul Fitri 1430 Hijriah jatuh pada Senin, 21 September, karena berdasarkan perhitungan astronomi maka Idul Fitri jatuh pada Minggu 20 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, kalendernya salah menyebutkan. Yang benar Senin-Selasa 21-22 September adalah libur Idul Fitri karena Idul Fitri jatuh pada Minggu, tanggal merah," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Dr. Thomas Djamaluddin yang dihubungi dari Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag ini mencontohkan, hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada Minggu kemudian hari liburnya akan digeser ke Senin keesokan harinya. Hal ini menimbulkan salah interpretasi para pembuat kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Thomas Djamaludin mengatakan ijtima awal Syawal terjadi pada 19 September 2009 pukul 01.45 WIB sehingga pada saat maghrib 19 September 2009, bulan cukup tinggi, lebih dari empat derajat di seluruh wilayah Indonesia, sehingga hilal (bulan) sangat mungkin untuk dirukyat (dilihat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada 20 September sudah memasuki bulan baru yakni bulan Syawal, dan Idul Fitri 1430 H bertepatan dengan 1 Syawal 20 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian masih tetap harus ada sidang itsbat para tokoh ormas Islam pada Sabtu, 19 September untuk memastikannya serta pengumuman Menteri Agama yang mensahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang itsbat akan dihadiri perwakilan berbagai ormas Islam, para pakar hisab-rukyat, dan instansi terkait seperti Lapan, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, untuk wilayah Indonesia ketinggian hilal empat sampai enam derajat menurut pengalaman akan berhasil diamati, apalagi ada 40 titik pengamatan di seluruh Indonesia, baik yang digelar oleh Depag, maupun dari ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) hingga masyarakat seperti Masjid Salman ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari kondisi cuaca, bulan cukup memungkinkan untuk dilihat pada saat sidang itsbat meskipun ada kemungkinan mendung dan tertutup awan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya, jika ternyata di 40 titik seluruh Indonesia tak ada yang bisa melihat bulan, menurut Djamal, sidang itsbat akan mempertimbangkan Fatwa Majelis ulama Indonesia (MUI) tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa itu menyebut: saat hilal tak terlihat tapi secara perhitungan sebelumnya biasanya hilal bisa diamati, maka tetap akan dijadikan patokan awal bulan.(*)&lt;br /&gt;Rabu, 16 September 2009 15:10 WIB&lt;br /&gt;COPYRIGHT © 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : SKB 3 MENTERI TENTANG HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA THN 2009, dapat anda &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6533821/HARI-LIBUR-NASIONAL-DAN-CUTI-BERSAMA-THN-2009.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt; (Pdf) disini, gratis!!!.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-2658840864342712025?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/2658840864342712025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/perhitungan-lapan-idul-fitri-20.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2658840864342712025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2658840864342712025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/perhitungan-lapan-idul-fitri-20.html' title='Perhitungan Lapan : Idul Fitri 20 September'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-7549365627220350099</id><published>2009-09-09T01:07:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:45:24.588-08:00</updated><title type='text'>CERITA "SANG PETANI"</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/inbox/?folder=[fb]messages&amp;page=1&amp;tid=1244806560206"&gt;Fe Imut&lt;/a&gt;    09 September jam 14:45&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari kecil saya senang mendengar cerita. Baik lisan maupun tertulis. Dan cerita ini pula sering menjadi bahan ilustrasi saya jika sedang kebagian tugas mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kenapa, buat saya selalu saja ada hikmah dari cerita yang saya dengar. Berikut salah satu cerita yang ingin saya share:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu  berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu&lt;br /&gt;berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu&lt;br /&gt;berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"&lt;br /&gt;Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" . Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya itu. . . . karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu (di).&lt;br /&gt;" Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita.&lt;br /&gt;Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja ".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;DJODI ISMANTO&lt;br /&gt;Mitsubishi Motors – Group Sumatra Berlian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-7549365627220350099?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/7549365627220350099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/cerita-sang-petani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7549365627220350099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7549365627220350099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/cerita-sang-petani.html' title='CERITA &quot;SANG PETANI&quot;'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-3989214528602852422</id><published>2009-09-07T13:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T13:46:42.949-07:00</updated><title type='text'>PESANGON PHK : MUSIBAH ATAU BIKIN KAYA ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Artikel ini dibuat untuk mengantisipasi kita senandainya kita terkena imbas akibat kegagalan perusahaan atau diri sendiri dalam melakukan aktivitas bisnis, sehingga hasil yang didapat adalah pemutusan hubungan kerja atau PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data hasil pemantauan dampak krisis global terhadap pekerja di Indonesia per 30 Januari 2009 menyatakan bahwa telah terjadi PHK sebesar 31.660, dan 24.817 pekerja lainnya memiliki resiko besar akan segera di-PHK. Hal ini telah disampaikan Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Myra M. Hanartani di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, pada awal bulan Februari 2009 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pekerja tentu ini merupakan momok yang menakutkan, ya karena PHK berarti identik dengan tidak adanya pendapatan rutin yang diterima oleh pekerja. Namun apakah ini merupakan musibah? Atau malah bisa membuat kita menjadi kaya?, pembaca yang bijak marilah kita telaah lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ketahui berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 156 bahwa untuk mereka yang telah memiliki masa kerja lebih dari satu tahun maka uang pesangon minimal adalah sebesar 2 bulan gaji sedangkan penghargaan masa kerja baru diberikan jika telah bekerja minimal 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara kita mengelola uang pesangon PHK tersebut? Secara garis besar dapat kita kategorikan sebagai berikut. Jika pesangon PHK anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar 2 bulan maupun 3 bulan gaji maka anda: mutlak untuk mecari pekerjaan lain (bekerja) dengan waktu tersedia untuk mencari pekerjaan baru tidak lebih dari 2 bulan. Mengapa demikian? Karena uang yang ada 'hanya mampu' menghidupi anda selama 2-3 bulan jika anda berpikir menggunakan uang itu untuk keperluan usaha (bisnis) maka ada telah terperangkap dalam tindakan spekulasi. Jika usaha anda gagal (sering terjadi) maka anda gigit jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar 3 bulan gaji ditambah penghargaan masa kerja sebesar minimal 2 bulan upah atau lebih, maka pada tahapan ini anda dapat lebih leluasa melakukan aktifitas yakni tetap berusaha untuk mencari pekerjaan baru dikombinasikan dengan membuka bisnis sendiri dengan portfolio keuangan sebagai berikut (setelah dipotong pajak penghasilan atas uang tebusan pensiun, pesangon dan tabungan hari tua yang dibayarkan sekaligus):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sisihkan minimal 15% dari pesangon yang diterima untuk investasi jangka pendek, menegah dan panjang atas kebutuhan anda, tempatkan pada instrumen investasi yang tepat. Tanpa anda sadari, jika dihitung dengan pertumbuhan majemuk sebesar 15% pertahun maka dana berkembang menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dalam waktu 5 tahun 101,14% atau 20,23% pertahun&lt;br /&gt;* Dalam waktu 10 tahun 304,56% atau 30,46% pertahun&lt;br /&gt;* Dalam waktu 15 tahun 713,71% atau 47,58% pertahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengeluaran rutin bulanan diturunkan, maksimal 80% dari gaji anda ketika masih bekerja (sudah termasuk cicilan KPR jika ada), total alokasi ini sebesar 48% dari pesangon. Siapkan dana ini minimal untuk 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika ada utang kartu kredit lunasi segera namun jika dana tidak mencukupi tekanlah pokok hutang tersebut dan cicilah seluruh hutang kartu kredit anda tersebut sebesar 15% dari gaji saat anda bekerja. Siapkan dana ini minimal untuk 3 bulan. Total alokasi ini adalah sebesar 9% dari pesangon anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dana investasi yang diizinkan untuk membuka usaha sendiri sebesar 20% dari total pesangon, dengan persyaratan kelayakan yang telah dibuat serta dana ini sudah termasuk cadangan tambahan modal minimal 3 bulan (jika hasil usaha tidak sesuai dengan perencanaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi alokasi dana seperti diatas, maka total alokasi untuk investasi, gaya hidup dan kewajiban hutang adalah sebesar 92% dari total dana pesangon yang anda terima, sisanya dapat anda cadangkan untuk pengeluaran yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang bijak jangan lupa bahwa uang dana PHK merupakan objek pajak sesuai dengan tabel uang tebusan pensiun, pesangon dan tabungan hari tua yang dibayarkan sekaligus sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;= Rp 25 juta : 0%&lt;br /&gt;* &gt; Rp 25 juta s/d 50 juta : 5%&lt;br /&gt;* &gt; Rp 50 juta s/d 100 juta : 10%&lt;br /&gt;* &gt; Rp 100 juta s/d Rp 200 juta : 15%&lt;br /&gt;* &gt; Rp 200 juta : 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian alokasi dana pesangon PHK anda (pada kondisi minimal), tentunya seluruh kondisi diatas memiliki persyaratan yakni dalam kurun waktu maksimal 3 bulan anda sudah mendapatkan pekerjaan baru dan usaha atau bisnis tambahan yang dilakukan diharapkan telah menghasilkan income bagi diri dan keluarga anda. Selamat mencoba maka anda berpotensi menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/inbox/?folder=[fb]messages&amp;page=1&amp;tid=1049467096090"&gt;Pramono 'Pakde' Dewo&lt;/a&gt;, 08 September jam 1:37&lt;br /&gt;Untuk anggota JADI PENGUSAHA ??... SIAPA TAKUT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Taufik Gumulya CFP®, Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-3989214528602852422?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/3989214528602852422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/pesangon-phk-musibah-atau-bikin-kaya.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3989214528602852422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3989214528602852422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/pesangon-phk-musibah-atau-bikin-kaya.html' title='PESANGON PHK : MUSIBAH ATAU BIKIN KAYA ?'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-7740106997602231105</id><published>2009-09-02T02:27:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:47:21.947-08:00</updated><title type='text'>Cermin Retak Kebebasan Buruh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perayaan HUT Ke-64 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8), tak mampu mengobati keresahan Sarta bin Tahar dan Yuce Hengky Sadok. Kedua pengurus serikat buruh tingkat perusahaan itu kehilangan pekerjaan dan kemerdekaan berserikat akibat kriminalisasi. Inilah cermin retak demokrasi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi memenjarakan Sarta setelah menggalang unjuk rasa peringatan hari buruh internasional (Mayday) 1 Mei 2007 di Kabupaten Tangerang. Polisi menahan Yuce atas aksi unjuk rasa menggugat dugaan penggelapan iuran Jamsostek karyawan sebesar Rp 19 miliar, yang digalangnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya divonis bersalah dengan hukuman penjara enam bulan. Walau mereka langsung bebas setelah hakim mengetuk palu, Sarta dan Yuce tetap berstatus mantan terpidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis serikat buruh yang semestinya mendapat perlindungan karena bekerja berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Buruh/Serikat Pekerja malah kerap menjadi korban kesewenangan kekuasaan. Pengusaha yang alergi terhadap serikat buruh akan terus berupaya menekan aktivis buruh agar mereka mundur, baik dari organisasi maupun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Rekson Silaban mengungkapkan, setiap tahun ada lima sampai enam kasus kriminalisasi pengurus serikat buruh dengan jumlah tersangka puluhan orang per kasus. Biasanya berawal dari unjuk rasa buruh menuntut hak, lalu polisi lebih memakai hukum pidana daripada UU No 21/2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah harus lebih serius menerapkan prinsip kebebasan berserikat dan berjuang bersama untuk menghapus kriminalisasi pengurus serikat buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sembilan tahun Indonesia memiliki UU No 21/2000 tentang Serikat Buruh/Serikat Pekerja dan 11 tahun meratifikasi Konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) Nomor 87 tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi. Namun, tetap saja perlindungan terhadap serikat buruh minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penegakan hukum demi melindungi pengurus serikat buruh beraktivitas mutlak dibutuhkan. Pemerintah tidak boleh setengah-tengah melakukan hal ini hanya demi menyenangkan hati sebagian kecil pengusaha yang alergi serikat buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Standar dan Prinsip Kebebasan Berserikat ILO Libsynd O Wolfson di Geneva, Swiss, Kamis (6/8), mengungkapkan, kebebasan berserikat membutuhkan demokrasi yang utuh dan asli. Tanpa itu, kebebasan berserikat sulit terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu lalu menjadi bahan diskusi hangat dalam perbincangan lewat video dengan para jurnalis yang tengah mengikuti kursus Berkomunikasi Hak Buruh di Pusat Pendidikan Internasional ILO di Turin, Italia. ILO adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus terhadap hak buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 30 jurnalis, staf media ILO regional, dan juru bicara pemerintah dari Asia, Afrika, dan Eropa mengikuti kursus dengan beasiswa dari sejumlah pihak, seperti Kementerian Luar Negeri Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi yang utuh semestinya memberi tempat yang sama bagi setiap orang untuk bebas berorganisasi, mengemukakan pendapat, dan menuntut hak mereka. Bukan sekadar keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum, tetapi penuh kesemrawutan daftar pemilih tetap (DPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan berserikat merupakan salah satu landasan dasar hak buruh yang penting untuk memperjuangkan pekerjaan yang layak bagi mereka. Menurut Libsynd, serikat buruh berperan penting bagi negara. Kebebasan berserikat dan peranan aktif serikat buruh dapat mendorong perkembangan demokrasi di negara itu sendiri. Hal ini yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Koordinator Lembaga Penelitian dan Pendidikan Ketenagakerjaan (LPPK) Andy William Sinaga, perkembangan pasar kerja yang condong ke sistem kapitalisme membuat posisi buruh terus terjepit. Sistem kerja kontrak dan upah minimum membuat buruh kian terpuruk dalam kondisi kerja yang buruk. Sampai kapan buruh mendapat pekerjaan yang layak dan merdeka yang sesungguhnya? Semoga para pemimpin segera sadar dan berhenti berkaca di cermin yang retak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas, Rabu, 19 Agustus 2009 | 03:52 WIB&lt;br /&gt;Hamzirwan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-7740106997602231105?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/7740106997602231105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/cermin-retak-kebebasan-buruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7740106997602231105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7740106997602231105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/09/cermin-retak-kebebasan-buruh.html' title='Cermin Retak Kebebasan Buruh'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-9194016367166719425</id><published>2009-08-16T23:27:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:47:54.011-08:00</updated><title type='text'>Marsinah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marsinah (10 April 1969?–Mei 1993) adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan Nganjuk, dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang yang terlibat dalam otopsi pertama dan kedua jenazah Marsinah, Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof. Dr. Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo Surabaya), menyimpulkan, Marsinah tewas akibat penganiayaan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah memperoleh Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dikenal sebagai kasus 1713.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 1993, Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan. Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Catur Putera Perkasa yang aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggul Angin Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Mei 1993, para buruh mencegah teman-temannya bekerja. Komando Rayon Militer (Koramil) setempat turun tangan mencegah aksi buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Mei 1993, para buruh mogok total mereka mengajukan 12 tuntutan, termasuk perusahaan harus menaikkan upah pokok dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.250. Tunjangan tetap Rp 550 per hari mereka perjuangkan dan bisa diterima, termasuk oleh buruh yang absen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan. Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses penyelidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 September 1993 telah dibentuk Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan petinggi PT CPS ditangkap secara diam-diam dan tanpa prosedur resmi, termasuk Mutiari selaku Kepala Personalia PT CPS dan satu-satunya perempuan yang ditangkap, mengalami siksaan fisik maupun mental selama diinterogasi di sebuah tempat yang kemudian diketahui sebagai Kodam V Brawijaya. Setiap orang yang diinterogasi dipaksa mengaku telah membuat skenario dan menggelar rapat untuk membunuh Marsinah. Pemilik PT CPS, Yudi Susanto, juga termasuk salah satu yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 18 hari kemudian, akhirnya diketahui mereka sudah mendekam di tahanan Polda Jatim dengan tuduhan terlibat pembunuhan Marsinah. Pengacara Yudi Susanto, Trimoelja D. Soerjadi, mengungkap adanya rekayasa oknum aparat kodim untuk mencari kambing hitam pembunuh Marsinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi, Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan, Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Dia dibawa ke pabrik, lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita, Surabaya. Setelah tiga hari Marsinah disekap, Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengadilan, Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara, sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun, namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komite solidaritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994, dibentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KASUM). KASUM adalah komite yang didirikan oleh 10 LSM. KASUM merupakan lembaga yang ditujukan khusus untuk mengadvokasi dan investigasi kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah oleh Aparat Militer. KASUM melakukan berbagai aktivitas untuk mendorong perubahan and menghentikan intervensi militer dalam penyelesaian perselisihan perburuhan. Munir menjadi salah seorang pengacara buruh PT. CPS melawan Kodam V/Brawijaya atas tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap Marsinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film dan lagu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kisah Marsinah ini kemudian diangkat menjadi sebuah film oleh Slamet Rahardjo, dengan judul "Marsinah (Cry Justice)" (imdb.com). Film berbiaya sekitar Rp 4 milyar itu sempat menimbulkan kontroversi. Salah satu penyebabnya adalah munculnya permintaan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea yang meminta pemutaran film itu ditunda.&lt;br /&gt;    * Seniman Surabaya dengan koordinasi penyanyi keroncong senior Mus Mulyadi meluncurkan album musik dengan judul Marsinah. Lagu ini diciptakan oleh komponis MasGat untuk mengenang jasa-jasa Marsinah.&lt;br /&gt;    * Sebuah band beraliran anarko-punk yang berasal dari Jakarta bernama Marjinal, menciptakan sebuah lagu berjudul Marsinah, yang didedikasikan khusus untuk perjuangan Marsinah. Lagu ini dibawakan sekaligus dalam 2 albumnya, yaitu album termarjinalkan dan album terbaru mereka bertajuk predator, masing-masing dalam versi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pentas drama monolog Marsinah Menggugat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 26 November 1997 malam, pentas drama monolog Marsinah Menggugat oleh Ratna Sarumpaet dan Teater Satu Merah Panggung di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur (TBJ), Jl. Gentengkali, Surabaya, dilarang pihak kepolisian. Sebelumnya pentas sudah dilakukan di tujuh kota, terakhir dua hari sebelumnya pentas tersebut sukses di Malang. Pentas ini digelar oleh panitia pertunjukan dari Korp Puteri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pihak panitia melayangkan surat pemberitahuan ke Polda Jatim pada 12 November 1997. Menurut Petunjuk Pelaksanaan (juklak) POLRI yang dikeluarkan oleh KAPOLRI, pertunjukan kebudayaan semacam teater atau drama, tidak memerlukan ijin, hanya pemberitahuan. Surat ijin pemakaian gedung juga sudah dikeluarkan Taman Budaya Jatim tertanggal 20 November 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.00 WIB, pihak panitia diminta menemui langsung Kasat IPP di Polwiltabes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 16.00, pintu ditutup aparat dan dijaga ketat. Mereka yang datang untuk menonton Marsinah Menggugat, dilarang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 19.00, para peonton sudah berdatangan. Mereka bergerombol di depan pintu masuk ditutup dan dijaga beberapa petugas. Sementara Ratna Sarumpaet dengan beberapa panitia tetap bertahan di panggung pertunjukan. Ia bersikeras tetap di tempat itu sampai jadwal sewa gedung untuk pertunjukan selesai, pukul 23.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 19.20 Ketua PMII Jawa Timur dan Ketua Panitia Kegiatan dengan didampingi beberapa aktivis FKMS bernegosiasi dengan aparat untuk meminta ijin masuk, tetapi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 20.00, Ratna meminta maaf kepada penonton yang datang bergerombol di depan pintu. Ratna dengan memanjat pagar, mengucapkan maafnya dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 21.00, penonton yang tidak bergeming, mulai dihalau petugas. Pengamanan pintu TBJ ditambah dengan puluhan Polisi Unit Reaksi Cepat (URC) Polwiltabes, Satuan Perintis Polresta Surabaya, Brimob, dan beberapa aparat dari KODAM V Brawijaya serta sejumlah besar satuan intelejen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penonton pulang, sekitar pukul 23.00, Ratna bersama panitia keluar dan terus dikawal petugas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Marsinah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-9194016367166719425?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/9194016367166719425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/9194016367166719425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/9194016367166719425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah.html' title='Marsinah'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-2083454021173971460</id><published>2009-08-16T23:20:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:48:34.166-08:00</updated><title type='text'>Marsinah: Korban Orde Baru, Pahlawan Orde Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jasad Marsinah diketahui publik tergeletak di sebuah gubuk berdinding terbuka di pinggir sawah dekat hutan jati, di dusun Jegong, desa Wilangan, kabupaten Nganjuk, lebih seratus kilometer dari pondokannya di pemukiman buruh desa Siring, Porong. Tak pernah diketahui dengan pasti siapa yang meletakkan mayatnya, siapa yang kebetulan menemukkannya pertama kali, dan kapan? Sabtu 8 Mei 1993 atau keesokan hari Minggunya? Seperti juga tak pernah terungkap melalui cara apapun: liputan pers, pencaraian fakta, penyidikan polisi, bahkan para dukun maupun pengadilan, oleh siapa ia dianaya dan di(ter)bunuh? Di mana dan kapan ia meregang nyawa, Rabu malam 5 Mei 1993 atau beberapa hari sesudahnya? Kita cuma bisa berspekulasi dan menduga-duga. Kita memang bisa mereka-reka motif pembunuhan dan menafsirkan kesimpulannya senidri. Tapi kita tak mampu mengungkap fakta-faktanya. Kunci kematiannya tetap gelap penuh misteri hingga kini, walau tujuh tahun berselang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bukan fakta-fakta pembunuhan itu yang penting kemudian, melainkan jalinan citra yang tersusun melalui serangkain pertarungan wacana yang rumit. Para pembunuh mengesankan Marsinah diperkosa. Para aktivis perburuhan menyanjungnya sebagai suri teladan pejuang buruh. Penguasa militer pusat dibantu setempat merekayasa penyelubungan kasusnya sekaligus menyusun skenario peradilan. Kepolisian setempat menyidik tersangka palsu. Para feminis mengagungkannya sebagai korban kekerasan perempuan. Para seniman mendramatisasi nasibnya ke dalam lagu, mengabadikanya dalam monumen, patung, lukisan, panggung teater dan seni rupa instalasi. Para aktivis hak asasi menganugerahi Yap Thiam Hien Award bagi kegigihannya. Khalayak awam prihatin dan bersimpati membuka dompet sumbangan bagi keluarganya. Para birokrat serikat pekerja melambangkanya sebagai korban kesewenangan majikan. Keluarganya sendiri yang sederhana, sebagaimana kebanyakan sikap keluarga pedesaan Jawa, menerimanya dengan pasrah dan tabah. Dan seterusnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah, tipikal buruh perempuan desa yang mengkota tapi terpinggirkan, tiba-tiba muncul sebagai pahlawan di tengah hiruk pikuk industrialisasi manufaktur dan represi penguasa di pertengahan dasawarsa 90-an. Ia bukan hanya mewakili ‘nasib malang’ jutaan buruh perempuan yang menggantungkan masa depannya pada pabrik-pabrik padat karya berupah rendah, berkondisi kerja buruk, dan tak terlindungi hukum, tapi pembunuhannya yang dimediasikan dan diartikulasikan oleh media massa menyediakan arena diskursif bagi pertarungan berbagai kepentingan dan hubungan kuasa: buruh-buruh, pengusaha, serikat buruh, lembaga swadaya masyarakat, birokrasi militer, kepolisian, dan sistem peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan, Marsini kakaknya dan Wijiati adiknya, lahir dari pasangan Astin dan Sumini di desa Nglundo, kecamatan Sukomoro, kabupaten Nganjuk. Ibunya meninggal saat ia berusia 3 tahun (lahir 1968) dan adiknya Wijiati berumur 40 hari. Ayahnya kemudian menikah lagi dengan dengan Sarini, perempuan dari desa lain. Sejak itulah Marsinah kecil diasuh neneknya, Paerah, yang tinggal bersama paman dan bibinya, pasangan Suraji-Sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang istimewa dari masa kecil Marsinah. Ia tipikal anak perempuan kalangan menengah pedesaan yang hidup subsisten, tak terlampau miskin, walaupun tidak kaya. Seperti mayoritas anak-anak pedesaan di Indonesia, juga di negeri-negeri Dunia Ketiga lainnya, ia sudah bekerja pada usia dini dan tampak lebih dewasa dari usianya. Bekerja bagi mereka sangat lazim, termasuk kerja upahan di rumah maupun di pabrik. Sepulang sekolah, ia membantu neneknya menjual beli gabah dan jagung, dan menerima sekedar upah untuk mengangkut gabah dengan bersepeda dari sawah atau rumah orang yang gabahnya sudah dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan teman-teman dan gurunyanya, di SD Negeri Nglundo, meskipun kepandaiannya dipandang biasa-biasa saja, tapi kerajinan, minat baca, sikap kritis dan tanggungjawabnya menonjol. Setiap tugas sekolah selalu berupaya diselesikannya. Jika ada penuturan gurunya yang kurang jelas, tak segan ia mengacungkan tangan meminta penjelasan. Setelah naik kelas VI, ia pindah ke SDN Karangsemi, dan kemudian melanjutkan ke SMP Negeri V Nganjuk pada tahun ajaran 1981/82. Di sinilah, sebagaimana harapan banyak anak Indonesia sesusianya, cita-citanya terbentuk. Mencoba melanjutkan ke SMA Negeri, namun gagal, dan akhirnya ke SMA Muhammadiyah dengan bantuan biaya seorang pamannya yang lain. Di SLTA, minat bacanya semakin meluas. Di waktu senggang ia lebih banyak ke perpustakaan ketimbang bermain. Lagi-lagi seperti banyak gadis desa sebayanya, cita-citanya untuk melanjutkan ke Fakultas Hukum kandas, karena keluarganya tak mampu membiayai kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pilihan lain kecuali mencari lapangan kerja di kota besar. Tahun 1989, ia ke Surabaya, menumpang di rumah kakaknya, Marsini, yang sudah berkeluarga. Setelah berkali-kali melamar kerja ke berbagai perusahaan, akhirnya Marsinah diterima bekerja pertama kali di pabrik plastik SKW kawasan industri Rungkut. Gajinya jauh dari cukup. Untuk memperoleh tambahan penghasilan ia nyambi jualan nasi bungkus di sekitar pabrik seharaga Rp.150,-/bungkus. Sebelum akhirnya, tahun 1990, bekerja di PT Catur Putra Surya –Rungkut, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan pengemasan barang. Urbanisasi, berdagang untuk penghasilan tambahan, dan berpindah kerja dari satu pabrik ke pabrik lainnya untuk mendapatkan upah yang lebih layak, merupakan kisah klasik buruh perempuan di Jawa sejak awal dasawarsa 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pabrik pembuatan arloji di Rungkut, Surabaya, dengan beberapa kawannya, Marsinah menuntut berdirinya unit serikat pekerja formal (SPSI). Tuntutan inilah mungkin membuatnya dipindah pihak menejemen ke pabrik PT CPS lainnya di Porong, Sidoarjo pada awal tahun 1992. Ia mondok di pemukiman sekitar pabrik, desa Siring, dan bekerja sebagai operator mesin bagian injeksi dengan upah Rp. 1.700,- dan uang hadir Rp. 550,- per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pabrik itu, seperti kebanyakan buruh lainnya, Marsinah bukanlah termasuk kelompok aktivis. Ia tidak masuk dalam kepengurusan unit kerja SPSI di pabrik ini maupun ikut kelompok informal buruh yang sering berdiskusi membahas kondisi kerja mereka. Waktu luangnya dimanfaatkan secara pribadi untuk mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris. Belajar menambah pengetahuan menjadi hasratnya sejak bersekolah dulu, karena ia percaya melalui pendidikanlah masa depan seseorang menjadi lebih baik. Suatu common sense yang dianut banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/photo.php?pid=30519135&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=80508582327&amp;aid=-1&amp;oid=80508582327&amp;id=1166866025&lt;br /&gt;PT CPS (Catur Putra Surya), Porong, Sidarjo | Agustus 1993.&lt;br /&gt;Salah satu dari 14 pabrik yang pertama kali terkubur lumpur Lapindo Brantas (Juni 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemogokan buruh untuk meningkatkan posisi berunding mereka merupakan hal umum pada ribuan perusahaan manufaktur di berbagai kawasan industri sejak akhir dasawarsa 80-an. Akibat kebijakan upah buruh murah pemerintah dan industrialisasi berorientasi ekspor, sengketa perburuhan meluas. Intensitas dan skala pemogokan meningkat luar biasa sejak awal 90-an. Tiada hari tanpa pemogokan atau unjuk rasa. Meskipun lebih bersifat spontan atau sporadis, sangat jarang terjadi gelombang pemogokan yang terorganisasikan. Sebabnya sangat jelas, karena lemah atau dilemahkannya serikat buruh serta kendali represif pemerintah yang sangat kokoh melalui birokrasi sipil dan militernya hingga ke kawasan pabrik. Dalam konteks ekonomi-politik inilah tuntutan buruh-buruh PT CPS di akhir April 1993 dan pemogokan mereka, 3-4 Mei 1993, yang berujung pada pembunuhan Marsinah, musti diletakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam seluruh aktivitas perundingan yang melibatkan 24 orang perwakilan buruh (15 di antaranya wakil buruh yang dipilih spontan, dan sisanya 9 orang pengurus SPSI setempat) maupun aksi mogok di PT CPS, 3-4 Mei tersebut, Marsinah tak pernah ikut serta. Pada pemogokan 4 Mei, saat perundingan berlangsung antara wakil buruh dan para birkorat yang melibatkan pejabat Depnaker, DPC SPSI, Kanwil Sospol Sidorjo dan jajaran Muspika setemapat termasuk wakil Polsek dan Danramil Sidorjo, berlangsung di kantor pabrik, ia malah bekerja seperti biasa. Sementara, pagi hingga menjelang siang itu juga, seorang kawannya yang dituding sebagai pemrakarsa pemogokan tengah memenuhi surat panggilan Kodim dan dinterogasi di Makodim Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perundingan yang tidak melibatkan pihak perusahaan itu sendiri berjalan lancar. Meskipun ada beberapa kompromi, hampir semua butir tuntutan buruh terpenuhi. Kecuali tuntutan yang lebih ‘politis’ seperti pembubaran unit kerja SPSI yang dianggap tidak berfungsi mewakili kepentingan mereka. Hal-hal yang dalam wacana pemerintah dipandang sebagai soal-soal normatif seperti kenaikan upah sesuai peraturan UMR, perhitungan upah lembur, cuti haid dan cuti hamil, dijanjikan pihak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, dalam kerangka bekerjanya rejim pengandali buruh di Indonesia, seperti di negara-negara miltary-beareucratic-authoritarian lainnya, aparat militer menduduki peran sentral. Mereka bukan hanya centéng yang menjadi penjaga malam kepentingan para pemodal, tapi lebih dari itu adalah patron yang kekuasaannya melampaui imperatif kepentingan modal. Sudah menjadi rahasia umum, jajaran birokrasi komando teretorial Orde Baru memperoleh sumber daya ekonominya dari memeras para pengusaha. Baik buruh maupun majikan disandera untuk menciptakan ancaman satu sama lain. Dari ancaman itulah birokrasi militer memperoleh uang. Pada momen tertentu, meski tak harus melalui upaya provokasi, pemogokan buruh dijadikan senjata untuk menodong para pemilik perusahaan agar mereka rela mengeluarkan biaya-biaya keamanan. Pada momen yang lain, dan ini yang sering terjadi, buruh-buruh diancam, diintimidasi dan dikontrol sepenuhnya dalam kendali mereka, bukan kendali pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi sore hari 4 Mei 1993 adalah awal dari ujung kematian Marsinah. Menyimpang dari ‘logika’ suksesnya sebuah perundingan, 13 buruh PT CPS yang dicap sebagai dalang oleh penguasa militer setempat dipanggil melalui surat yang ditandatangani sekretaris kelurahan Desa Siring agar menghadap Pasi Intel Kodim 0816 Sidoarjo. Malamnya, di pemukiman buruh sekitar pabrik, mengetahui teman-temanya besok akan dipanggil, Marsinah menulis suatu catatan kepada seorang temannnya. Isinya semacam petunjuk jawaban bagi rekan-rekannya bila mereka dinterogasi di Kodim. Ia pun mengatakan pada kepada rekan-rekannya, bila mereka diancam Kodim, ia akan membawa perosalan ini ke seorang pamannya di Kejaksaan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu 5 Mei 1993, 13 buruh PT CPS memenuhi panggilan Kodim. Di markasnya, Sidoarjo, mereka dipaksa menandatangani surat pengunduran diri di atas kertas bermaterai dengan berbagai intimidasi maupun bujukan, termasuk akan diberi uang pesangon dan ‘uang kebijaksanaan’. Tak ada pilihan lain bagi mereka kecuali patuh, menandatangani surat tersebut. Selepas Maghrib, mereka menerima pembagian uang pesangon yang diberikan langsung oleh pihak menejemen di markas itu. Sempat terlontar dari salah seorang menejer PT CPS bahwa pemecatan tersebut bukan kemauan perusahaan, tapi kehendak Kodim. Suatu kaidah normal dalam logika rejim pengendali buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sepulang kerja giliran pagi, Marsinah bertemu dengan salah satu temannya dan mengingatkan rencana pertemuan para buruh untuk mendengar informasi rekan-rekannnya yang dipanggil. Di rumah pondokannya, ia membuat surat pernyataan kepada perusahaan, yang dituliskan oleh teman satu kosnya yang juga buruh PT CPS. Sorenya, surat itu difotokopi dan berencana dibagikan ke teman-temannya pada pertemuan malama hari. Tadinya surat itu hendak disampaikan ke perusahaan melalui ketua unit kerja SPSI PT CPS, tapi Marsinah dan seorang temannya yang memboncengkannya dengan motor tidak berhasil menemukan rumah si ketua. Akhirnya ia sampaikkan langsung ke pabrik melalui satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi rasa ingin tahu perkembangan ke-13 teman-temannya, sepulang mengantar surat, Marsinah kembali ke pondokan seorang temannya. Menjelang Maghrib, bersama empat temannya mereka memutuskan menyusul ke Kodim untuk mencari kabar. Tiga temannya naik kendaraan umum. Ia sendiri membonceng sepeda motor, dan sempat tersesat hingga pusat kota Sidoarjo. Di Makodim Sidoarjo, tiga temannya sudah tiba lebih dulu. Tapi mereka semua terlambat. Ke 13 temannya sudah kembali pulang. Dalam perjalalan pulang besepeda motor, Marsinah sempat mampir ke beberapa teman buruhnya untuk membagi-bagikan foto kopi surat pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perempatan desa Siring, Marsinah bertemu dengan empat dari 13 temannya. Karena silang pembicaraan di antara mereka terlalu ramai, Marsinah mengajak dua orang temannya bercakap-cakap di teras rumah pondokannya. Ia menceritakan bahwa telah membuat surat ke perusahaan dan menunjukkannya. Sebaliknya, Marsinah sangat terkejut dan gusar, ketika mengetahui ke-13 buruh yang dianggap biang pemogokan sudah dipecat di Makodim. Ia tidak menerima pemecatan itu, dan menegaskan akan mengadu ke pamanya yang jaksa di Surabaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah teman-temannya pamit pulang, Marsinah masuk ke dalam rumah. Beberapa menit kemudian ia pamit kepada ibu pondokannya untuk ke rumah seorang teman perempuannya. Ia mengenakan kaos putih, rok coklat dan bersandal jepit. Tapi ia tidak bertemu temannya itu karena kerja giliran malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kembali ke pondokannya, ia berjumpa dengan dua orang kawannya yang lain, lalu mengajak mereka ke rumah pondokan teman lainnya untuk meminta Surat Persetujuan Bersama hasil perundingan 4 Mei 1993. Baginya surat kesapakatan itu penting untuk memastikan janji pihak perusahaan pada butir 10 kesepakatan tersebut, (kutipan aslinya): "Sehubungan dengan unjuk rasa ini (pemogokan kerja), pengusaha dimohon untuk tidak mencari-cari kesalahan karyawan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kesalahan buruh tetap dicari, dengan akibat pemecatan mereka. Janji tidak dipatuhi. Ia merasa diperlakukan sewenang-wenang, tidak adil. Kuasa otoriter tiba-tiba muncul dihadapannya, mengoyak akal sehatnya. Membuatnya geram, merasa dikhianati. Meskipun belum jelas baginya, siapa yang berkhianat? Pihak perusahaan atau Kodim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun dapat mengetahui apa yang ada dalam benak Marsinah malam itu: Rabu 5 Mei 1993. Yang diketahui, sepulang dari rumah temannya yang memberi Surat Persetujuan tersebut, ia mengajak dua kawan yang menemaninya untuk membeli makanan. Tapi karena sudah larut malam, menjelang setangah sepuluh, keduanya menolak. Mereka berpisah di bawah pohon mangga dekat Tugu Kuning, desa Siring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah ia ‘hilang’. Tak ada yang mengetahui kemana Marsinah pergi. Mungkin ia pergi makan, atau bertemu seseorang, yang mungkin ‘menculiknya’. Atau mungkin ia kembali ke Makodim Sidoarjo? Yang bisa dipastikan, ia tidak kembali ke pondokannya malam itu. Ia tidak pergi ke pabrik. Ia juga tidak berkunjung ke rumah pamannya di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Missing link itu tak pernah terungkap di pengadilan sesat yang sarat rekayasa. Majikannya, pemilik PT CPS, para menejer perusahaan, bagian personalia, kepala bagian mesin, dan seorang satpam dan seorang supir perusahaan disekap dan disiksa Bakorstranasda selama 19 hari, di bulan Oktober 1993. Mereka dituduh bersekongkol memperkosa, menganiaya dan kemudian membunuh Marsinah. Bersama Danramil Porong, mereka diadili dan diputus bersalah oleh Pengadilan Militer dan Pengadilan Negeri Sidoarjo, dan diperkuat Pengadilan Tinggir Surabaya setahun kemudian. Meskipun dua tahun kemudian, 3 Mei 1995, mereka divonis bebas Mahkamah Agung, tapi ini hanya menunjukkan betapa sistem peradilan dan hukum kita bukan tempat untuk menegakkan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penyelidikan dan penyidikan ulang dilakukan, pertangahan 1995. Kepolisian RI turun tangan. Tim forensik dari Jakarta membongkar ulang (yang ketiga kalinya!) makam Marsinah. Berbagai komentar dan analisa merebak di surat kabar. Komnas HAM mendukung penyelidikan ulang. Panglima ABRI menginstruksikan pengusutan. Bahkan Menaker Abdul Latief berjanji mengungkapnya hingga tuntas, dan Presiden Suharto kala itu mendukungnya. Namun tak ada ‘hasil’ apapaun yang dicapai dari hiruk-pikuk wacana itu. Isu-isu lain menelan kasus ini kembali ke bawah permukaan, dan orang lupa atau coba melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun saat rejim berganti. Ingatan banyak orang mencuat kembali. Baik pemerintahan Habibie maupun Gus Dur menunjukkan niatnya untuk mengungkap kegegeran lama itu, apapun penyebabnya: tekanan internasional, tuntutan LSM, legitimasi politik, hak asasi manusia, rasa bersalah ataupun upaya sungguh-sungguh untuk menegakkan keadilan, rule of law. Bahkan, terakhir ini, DPRD Jawa Timur sudah meminta keterangan dan penjelasan beberapa perwira tinggi dan intelejen ABRI yang dianggap mengetahui dan bertanggungjawab atas kebijakan rejim saat itu. Mereka semua mengelak. Tak ada informasi yang signifikan, tak ada argumen yang bermakna, tak ada fakta-fakta dan bukit-bukti ‘baru’, yang dapat dijadikan dasar bagi upaya meraih keadilan. Semua pertanyaan kunci sederhana tak pernah terjawab: kapan Marsinah mati, di mana, oleh siapa, dengan cara bagaimana? Atau mungkin memang tak hendak dijawab, oleh siapapun kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa cukup puas, bahkan terpuaskan, sekedar menyatakan: “Marsinah, seperti halnya sebagaian besar kita, adalah korban dari suatu mesin kekuasaan dan kekerasan, yang bernama Orde Baru”. Dan kita merasa mampu, dengan rasa bangga, menobatkannya menjadi seorang pahlawan, yang mengasingkan dirinya, juga diri kita, dari kehidupan sehari-hari. Karena kita masih menjadi bagian: Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Wibowo&lt;br /&gt;Koordinator Tim Pencari Fakta “Pembunuhan Marsinah” YLBHI (November 1993-Maret 1994)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* foto ditambahkan, salah ketik diperbaiki. sayangnya saya menemukan file artikel ini belakangan setalah acara "Marsinah Menggugat" yg diselelnggarakan oleh Aliansi Buruh Menggugat (ABM), malam 8 Mei 2009 di halaman kantor YLBHI, Jakartra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: KOMPAS, edisi khusus ulang tahun, Rabu, 28 Juni 2000.*&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=80508582327&amp;id=1166866025&amp;ref=nf&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-2083454021173971460?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/2083454021173971460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-korban-orde-baru-pahlawan-orde.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2083454021173971460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2083454021173971460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-korban-orde-baru-pahlawan-orde.html' title='Marsinah: Korban Orde Baru, Pahlawan Orde Baru'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-7773040146493735361</id><published>2009-08-16T23:15:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:49:02.839-08:00</updated><title type='text'>Marsinah, Daya Tarik Yang Tak Lekang Oleh Waktu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masih ingat Marsinah? Seorang buruh pabrik yang aktif memperjuangkan nasib rekan-rekannya sebelum mayatnya ditemukan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk 9 Mei 1993 lalu. Setelah enam belas tahun berlalu, penyelesaian kasus tersebut mungkin sampai sekarang masih meyisakan beberapa tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam belas tahun telah berlalu, kondisi makam Marsinah pun kelihatan tidak terawat. Sementara di sekeliling makam terserak kuburan-kuburan lain yang tampak sama tidak terawatnya. Rumput-rumput liar tumbuh menyemak, guguran daun-daun kering terserak, sebagian di antaranya mengotori makam simbol pejuang hak- hak buruh Indonesia itu. (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/02/JATIM/290706.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat 26 Juni 2009, Megawati melakukan ziarah ke makam Marsinah, sebagai rangkaian jadwal perjalanan kampanye calon presiden keliling Pulau Jawa sekaligus ingin memberikan penghormatan kepada pehlawan buruh tersebut. (http://berita.liputan6.com/politik/200906/234931/Megawati.Tahlilan.di.Makam.Marsinah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beliau datang ke makam, sebagai bentuk keprihatinan dan sebagai wujud penghormatan kepada Marsinah," kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Kabupaten Nganjuk, Bambang Trisnanto.&lt;br /&gt;Ia mengemukakan kunjungan ke makam Marsinah tersebut merupakan rangkaian kampanye yang dilakukan dalam pemilu presiden, sekaligus menjadi rangkaian dari kampanye yang dilakukan di Jawa Timur. (http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=capres-megawati-nyekar-ke-makam-marsinah&amp;id=1246005228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mahfum apa yang dilakukan Megawati tersebut sebagai capres yang sedang melaksanakan kegiatan kampanye, terlebih apabila dikaitkan dengan image sebagai pejuang nasib "wong cilik". Meskipun terdapat statement bahwa kegiatan "nyekar" Mbak Mega semata-mata merupakan bentuk representasi hormat beliau kepada Marsinah, sulit dipungkiri bahwa kegiatan tersebut mempunyai makna lain karena dilakukan pada masa kampanye, dimana semua capres berlomba-lomba menarik simpati masyarakat. Atau minimal sasaran yang hendak dicapai adalah untuk memelihara image sebagai capres yang dekat dangan kalangan buruh ataupun "wong cilik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang menggelitik dalam benak, coba kalo Mbak Mega juga menyempatkan ziarah ke makam Marsinah pada waktu may day atau hari buruh kemarin. Meskipun semua tahu bahwa beliau adalah pemimpin Parpol yang hendak mencalonkan diri sebagai Presiden (lagi), persepsi masyarakat terhadap kunjungan yang dilakukan mungkin tidak begitu kental dengan nuansa politik. Bukan tidak mungkin akan memperkokoh kesan sebagai pejuang nasib buruh dan "wong cilik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam belas tahun telah berlalu. Terlepas dari apakah ziarah tersebut mempunyai korelasi positif terhadap persepsi publik kepada Megawati yang berujung pada peningkatan simpati, satu hal yang pasti bahwa daya tarik Marsinah sang Pejuang Nasib Buruh sampai sekarang tak akan lekang oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu kalimat yang membuat saya termenung, yang keluar dari bibir seorang Marsini (40) bibi dari Marsinah, "Kalau sedang ingat Mbak Marsinah, ya, begitu. Ceritanya banyak, tapi loncat-loncat. Maklum ibu sudah tua. Ibu juga ingin tahu siapa sebenarnya yang membunuh Marsinah. Sejak dua tahun terakhir ini juga tidak ada lagi yang datang berkunjung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dino pamungkas http://politikana.com/baca/2009/06/27/marsinah-daya-tarik-yang-tak-lekang-oleh-waktu.html&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 27 Jun '09 15:24&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-7773040146493735361?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/7773040146493735361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-daya-tarik-yang-tak-lekang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7773040146493735361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7773040146493735361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-daya-tarik-yang-tak-lekang.html' title='Marsinah, Daya Tarik Yang Tak Lekang Oleh Waktu'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-3736272836877610683</id><published>2009-08-16T23:07:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:49:36.858-08:00</updated><title type='text'>Marsinah, Tragedi Seorang Buruh Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hutan Wilangan, Nganjuk tanggal 9 Mei 1993. Awalnya adalah anak-anak yang bermain. Mengira bahwa kaki yang menjulur pada sebuah gubuk kelompok tani adalah milik orang gila yang biasa tidur di situ. Mereka menggoda sambil melempari dengan kerikil. Setelah berkali-kali dilempari dan tak ada reaksi, mereka pun mendekat. Alangkah terkejutnya ketika mereka mendapati bahwa kaki yang menjulur itu adalah kaki seorang mayat perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat tersebut tergeletak dalam posisi terlentang. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka memar bekas pukulan benda keras. Kedua pergelangan tangannya lecet-lecet, diduga akibat diseret dalam tangan terikat. Tulang panggulnya hancur karena pukulan benda keras berkali-kali. Dari sela-sela pahanya ada bercak-bercak darah, diduga akibat penganiayaan dengan benda tumpul. Pada bagian yang sama menempel kain putih berlumuran darah. Mayatnya ditemukan dalam keadaan lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, dan hanya, secarik potongan resi wesel sudah cukup untuk memberi petunjuk bagi aparat kepolisian untuk menelusuri kejelasan identitas mayat tersebut. Ia adalah Marsinah, seorang buruh pabrik yang pada beberapa waktu lalu terlibat aksi mogok. Tapi apakah darah dan bekas-bekas penganiayaan yang meluluhlantakan tubuh Marsinah juga akan cukup memberi petunjuk siapa tokoh penganiayaan dan kepentingan-kepentingan apa yang ada dibalik penganiayaan tersebut di kemudian hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Mengubah Nasib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah lahir tanggal 10 April 1969. Anak nomor dua dari tiga bersaudara ini merupakan buah kasih antara Sumini dan Mastin. Sejak usia tiga tahun, Marsinah telah ditinggal mati oleh ibunya. Bayi Marsinah kemudian diasuh oleh neneknya—Pu’irah—yang tinggal bersama bibinya—Sini—di desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Karangasem 189, Kecamatan Gondang. Sedang pendidikan menengahnya di SMPN 5  Nganjuk. Sedari kecil, gadis berkulit sawo matang itu berusaha mandiri. Menyadari nenek dan bibinya kesulitan mencari kebutuhan sehari-hari, ia berusaha memanfaatkan waktu luang untuk mencari penghasilan dengan berjualan makanan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan keluarganya, ia dikenal anak rajin. Jika tidak ada kegiatan sekolah, ia biasa membantu bibinya memasak di dapur. Sepulang dari sekolah, ia biasa mengantar makanan untuk pamannya di sawah. “Dia sering mengirim bontotan ke sawah untuk saya. Kalau panas atau hujan, biasanya anak itu memakai payung dari pelepah pisang,” kenang Suradji, pamannya Marsinah sambil menerawang. Berbeda dengan teman sebayanya yang lebih suka bermain-main, ia mengisi waktu dengan kegiatan belajar dan membaca. Kalaupun keluar, paling-paling dia hanya pergi untuk menyaksikan siaran berita televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjalani masa sekolah menengah atas, Marsinah mulai mandiri dengan mondok di kota Nganjuk. Selama menjadi murid SMA Muhammadiyah, ia dikenal sebagai siswa yang cerdas. Semangat belajarnya tinggi dan ia selalu mengukir prestasi dengan peringkat juara kelas. Jalan hidupnya menjadi lain, ketika ia terpaksa harus menerima kenyataan bahwa ia tidak punya cukup biaya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.  Marsinah ingin sekolah di IKIP. Tapi saat itu tidak memiliki biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi meninggalkan desa adalah sebuah langkah hidup yang sulit terelakan. Kesempatan kerja di pedesaan semakin sempit. Kerja sebagai buruh tani makin kecil peluangnya. Sekarang ani-ani—alat tradisional penuai padi—sudah berganti dengan sabit yang lebih efisien dan tidak memerlukan jumlah tenaga kerja sebanyak sebelumnya. Perkembangan teknologi semakin menyingkirkan para buruh tani. Tidak mengherankan, bau keringat bercampur tanah sawah sudah tidak lagi memenuhi udara pedesaan. Lenguhan sapi yang kelelahan membajak tanah semakin jarang terdengar. Ia telah disingkirkan oleh deru mesin traktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujungnya adalah tidak ada pilihan lagi selain pergi ke kota. Maka ia berusaha mengirimkan sejumnlah lamaran ke berbagai perusahaan di Surabaya, Mojokerto, dan gresik. Akhirnya ia diterima di pabrik sepatu BATA di Surabaya tahun 1989. setahun kemudian ia pindah ke pabrik arloji Empat Putra Surya di Rungkut Industri, sebelum akhirnya ia pindah mengikuti perusahaan tersebut yang membuka cabang di Siring, Porong, Sidoarjo. Marsinah adalah generasi pertama dari keluarganya yang menjadi buruh pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan meneruskan ke perguruan tinggi bukannya membuat semangat belajarnya padam. Marsinah berkeyakinan bahwa pengetahuan itu mampu mengubah nasib seseorang. Karena itu, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, Marsinah mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris di Dian Institut, Sidoarjo. Kursus komputer dengan paket Lotus dan Word Processor sempat dirampungkan beberapa waktu sebelum ia meninggal. Semangat belajar yang tinggi juga tampak dari kebiasaannya menghimpun rupa-rupa informasi. Ia suka mendengarkan warta berita, baik lewat radio maupun televisi. Minat bacanya juga tinggi. Saking senangnya membaca, ia terpaksa memakai kacamata. Pada waktu-waktu luang, ia seringkali membuat kliping koran. Malahan untuk kegiatan yang satu ini ia bersedia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli koran dan majalah bekas, meskipun sebenarnya penghasilannya pas-pasan untuk menutup biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah dikenal sebagai seorang pendiam, lugu, ramah, supel, tingan tangan dan setia kawan. Ia sering dimintai nasihat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi kawan-kawannya. Kalau ada kawan yang sakit, ia selalu menyempatkan diri untuk menjenguk. Selain itu ia seringkali membantu kawan-kawannya yang diperlakukan tidak adil oleh atasan. Ia juga dikenal sebagai seorang pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak dua sifat yang terakhir disebut—pemberani dan setia kawan—inilah yang membekalinya menjadi pelopor perjuangan. Pada pertengahan April 1993, para buruh PT. CPS (Catur Putra Surya)—pabrik tempat kerja Marsinah—resah karena ada kabar kenaikan upah menurut Sudar Edaran Gubernur Jawa Timur. Dalam surat itu termuat himbauan pada para pengusaha untuk menaikkan upah buruh sebesar 20% dari upah pokok. Pada minggu-minggu tersebut, Pengurus PUK-SPSI PT. CPS mengadakan pertemuan di setiap bagian untuk membicarakan kenaikan upah sesuai dengan himbauan dalam Surat Edaran Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan tersebut akhirnya berbuah perjuangan. Pada tanggal 3 Mei 1993 seluruh buruh PT. CPS tidak masuk kerja, kecuali staf dan para Kepala Bagian. Sebagian buruh bergerombol dan mengajak teman-teman mereka untuk tidak masuk kerja. Hari itu juga, Marsinah pergi ke kantor Depnaker Surabaya untukmencari data tentang daftar upah pokok minimum regional. Data inilah yang ingin Marsinah perlihatkan kepada pihak pengusaha sebagai penguat tuntutan pekerja yang hendak mogok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 4 Mei 1993 pukul 07.00 para buruh PT. CPS melakukan unjuk rasa dengan mengajukan 12 tuntutan. Seluruh buruh dari ketiga shift serentak masuk pagi dan mereka bersama-sama memaksa untuk diperbolehkan masuk ke dalam pabrik. Satpam yang menjaga pabrik menghalang-halangi para buruh shift II dan shift III. Tidak ketinggalan, para satpam juga mengibas-ibaskan tongkat pemukul serta merobek poster dan spanduk para pengunjuk rasa sambil meneriakan tuduhan PKI kepada para pengunjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitnya Keberanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kota yang penuh dengan persaingan telah membuat setiap orang yang tinggal didalamnya untuk menjadi keras. Apalagi kehidupan buruh-buruh di pabrik yang setiap hari dikejar-kejar target produksi yang telah ditetapkan sepihak oleh pengusaha. Maka menjadi tidak mengherankan bahwa Marsinah, gadis desa yang lugu, lalu tidak canggung berdiri di barisan terdepan pengunjuk rasa. Sebuah keberanian telah menggusur kepasrahan pada nasib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin merebak jumlah aksi pemogokan di berbagai kota industri menjadi bukti ketidakpuasan. Pabrik, gedung Dewan Perwakilan Rakyat, instansi-instansi pemerintah yang berurusan dengan masalah perburuhan, dan jalanan-jalanan kota menjadi panggung yang mementaskan keresahan kaum buruh yang tak kunjung terhenti. Menurut berita, di Jawa Timur tercatat 155 pemogokan yang semuanya dihadapi tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat dari koramil dan kepolisian sudah berjaga-jaga di perusahaan sebelum aksi berlangsung. Marsinah sempat berujar kepada salah seorang aparat keamanan, Ya sudah, kalau teman-teman tidak diperbolehkan masuk, keamanan saya serahkan kepada bapak, kami sekarang hendak berunding dengan pengusaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perundingan berjalan dengan hangat. Dalam perundingan tersebut, sebagaimana dituturkan kawan-kawannya. Marsinah tampak bersemangat menyuarakan tuntutan. Dialah satu-satunya perwakilan dari buruh yang tidak mau mengurangi tuntutan. Khususnya tentang tunjangan tetap yang belum dibayarkan pengusaha dan upah minimum sebesar Rp. 2.250,- per hari sesuai dengan kepmen 50/1992 tentang Upah Minimum Regional. Setelah perundingan yang melelahkan tercapailah kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirkah pertentangan antara buruh dengan pengusaha? Ternyata tidak! Tanggal 5 Mei 1993, 13 buruh dipanggil kodim Sidoarjo. Pemanggilan itu diterangkan dalam surat dari kelurahan Siring. Tanpa babibu, tentara mendesak agar ke-13 buruh itu menandatangani surat PHK. Para buruh terpaksa menerima PHK karena tekanan fisik dan psikologis yang bertubi-tubi. Dua hari kemudian menyusul 8 buruh di-PHK di tempat yang sama. Sungguh! Hukum menjadi kehilangan gigi ketika senapan tentara ikut bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah sadar betul bahwa peristiwa yang menimpa kawan-kawannya adalah suatu keniscayaan di negeri milik pengusaha ini. Dari kliping-kliping surat kabar yang diguntingnya, dari keluhan-keluhan kawan-kawannya se pabrik, dari kemarahan-kemarahan yang teriakkan, dan dari apa yang ia lihat dengan mata kepala sendiri, semuanya memberinya pengetahuan tentang ketidakberesan yang melanda segala lapisan dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Marsinah meledak saat mengetahui perlakuan tentara kepada kawan-kawannya. Dengan gundah ia raih surat panggilan kodim milik salah seorang kawannya, lantas pergi. Kemana perginya Marsinah? Tidak ada yang tahu. Yang pasti, Marsinah tidak lagi terlihat di pabrik tempat ia bekerja sejak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Kebangkitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah telah mati. Mayatnya ditemukan di gubuk petani dekat hutan Wilangan, Nganjuk tanggal 9 Mei 1993. Ia yang tidak lagi bernyawa ditemukan tergeletak dalam posisi melintang. Sekujur tubuhnya penuh luka memar bekas pukulan benda keras. Kedua pergelangannya lecet-lecet, mungkin karena diseret dalam keadaan terikat. Tulang panggulnya hancur karena pukulan benda keras berkali-kali. Di sela-sela pahanya ada bercak-bercak darah, diduga karena penganiayaan dengan benda tumpul. Pada bagian yang sama menempel kain putih yang berlumuran darah. Mayatnya ditemukan dalam keadaan lemas, mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsinah adalah sosok perjuangan yang telah dihancurkan oleh sebuah ketakutan dan kecurigaan. Tapi kita tidak bisa mengingkari bahwa jiwanya tidak bisa dipenjara. Jiwanya akan membumbung tinggi untuk berubah menjadi lidah-lidah api yang akan menghanguskan segala bentuk ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak desa yang menemukan Marsinah, dan kita, menjadi saksi. Sekarang atau esok, anak-anak itu dan kita akan terus bersaksi dan bercerita tentang ketidakadilan, tentang gugurnya seorang buruh pejuang, tentang buruh perempuan yang tidak ragu untuk kehilangan nyawanya demi keyakinannya tentang kebenaran.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  :  Front Perjuangan Rakyat&lt;br /&gt;http://www.ictwomen.com/article/3/tahun/2009/bulan/05/tanggal/01/id/1158&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-3736272836877610683?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/3736272836877610683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-tragedi-seorang-buruh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3736272836877610683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/3736272836877610683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/marsinah-tragedi-seorang-buruh.html' title='Marsinah, Tragedi Seorang Buruh Perempuan'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-6886064654993936741</id><published>2009-08-16T22:57:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:50:13.517-08:00</updated><title type='text'>KASUS MARSINAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Awal tahun 1993, Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan. Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diketemukan mayatnya tanggal 9 Mei 2002 di Dusun Jegong Kec. Wilangan Nganjuk, Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Catur Putera Perkasa yang aktif dalam aksi unjuk rasa tersebut. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain; terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggul Angin Sidoarjo, Marsinah adalah salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan. Namun mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 9 Mei 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan mayat Marsinah, telah menimbulkan tanda tanya besar apakah kematiannya terkait dengan unjuk rasa di PT. CPS atau sekedar pembunuhan biasa. Oleh karenanya, pada tanggal 30 September 1993 telah dibentuk Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI. Dalam persidangan sampai dengan tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan pihak Kodim Sidoarjo dalam penanganan unjuk rasa di PT. CPS dirasakan telah melampau wewenang sebagai aparat teritorial sehingga menyulut berkembangnya berbagai issue yang langsung ataupun tidak langsung telah menimbulkan sorotan masyarakat bahwa "ada keterkaitan aparat teritorial dam kasus pembunuhan Marsinah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Pembunuhan Marsinah sampai saat ini belum pernah tuntas penyelidikannya, pelakunya masih bebas berkeliaran menghirup udara segar tanpa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hukuman terhadap pelakunya memang tidak mungkin menghidupkan kembali Marsinah, tetapi dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETERLIBATAN KOMNAS HAM DALAM UPAYA MENGUNGKAP KASUS PEMBUNUHAN MARSINAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadinya kasus pembunuhan terhadap marsinah, Komnas HAM telah menerima berbagai laporan dan pengaduan. Oleh karenanya, sejak awal Komnas HAM terlibat aktif dalam upaya pengungkapan kasus pembunuhan Marsinah. Tercatat pada tahun 1994, Ketua Komnas HAM saat itu, Bapak Ali Said, telah mengeluarkan Surat Perintah Nomor 10/TUA/III/94. Surat Perintah itu diberikan kepada Ali Said, SH, Marzuki Darusman,SH, Prof. Dr. Baharuddin Lopa, SH, Prof. Dr. A. Hamid S. Attamimi, SH, Drs. Bambang W. Soeharto, Prof. Dr. Muladi, SH, Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH, Prof. Dr. Soetandyo Wignyosoebroto, MPA, Clementino Dos Reis Amaral, H.R. Djoko Soegianto, SH dan Soegiri, SH selaku Tim Pencari Fakta. Tim Pencari Fakta diperintahkan untuk segera ke Surabaya dan tempat-tempat lain yang diperlukan guna mengadakan pengecekan dan sekaligus berusaha untuk mengetahui siapa-siapa yang sebenarnya terlibat dalam kasus pembunuhan Marsinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada tanggal 16 Juli 1999, Tim Komnas HAM yang terdiri dari Koesparmono Irsan, Soegiri, PL. Tobing dan Sriyana bersama-sama pejabat dari Departemen Tenaga Kerja kembali melakukan kunjungan dinas ke Surabaya dengan tujuan untuk berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait di Jawa Timur dalam upaya pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Marsinah. Kunjungan kerja ini merupakan perwujudan saran Menteri Kehakiman agar dibentuk Tim Khusus yang terdiri dari Departemen Tenaga Kerja dan Komnas Ham untuk menyelesaikan kasus Marsinah. Selain itu, Komnas HAM secara aktif telah meminta Polda Jawa Timur maupun Pomdam Jawa Timur untuk menindaklanjuti hasil temuan Polda serta menyarankan pembentukan Tim gabungan yang terdiri dari Polri, Pomdam dan kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan Mei 2002, sidang pleno Komnas HAM telah memutuskan akan membuka kembali kasus Marsinah, seorang buruh PT.Catur Putra Surya di Surabaya yang dibunuh oleh sekelompok orang tak dikenal. Alasan Komnas HAM membuka kembali kasus ini adalah telah ditemukannya bukti-bukti baru yang sebelumnya tidak muncul. Oleh karena itu tanggal 20 Mei 2002 kemarin Komnas HAM telah mengirim Tim Penyelidiknya ke Surabaya yang dipimpin oleh Bambang W. Soeharto didampingi oleh Samsudin dan Nur Anwar untuk melakukan penyelidikan lanjutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;http://www.buruhindonesia.com/index.php?open=artikel_lengkap.php&amp;id=116&lt;br /&gt;Sumber: Komnas HAM&lt;br /&gt;Tanggal Publikasi: 06/03/07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-6886064654993936741?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/6886064654993936741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/kasus-marsinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/6886064654993936741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/6886064654993936741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/kasus-marsinah.html' title='KASUS MARSINAH'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-523944705663293222</id><published>2009-08-16T10:53:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:50:49.677-08:00</updated><title type='text'>Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dengan terbitnya UU No. 2 Tahun 2004 pada awalnya diharapkan bisa lebih menyederhanakan dan memberikan kepastian hukum dalam proses penyelesaian perselisihan bagi buruh.&lt;br /&gt;Tapi fakta menunjukkan bahwa Pengadilan Hubungan Industrial yang semestinya menjadi sandaran bagi para buruh yang mencari keadilan malah trendnya justeru semakin menyusahkan kaum buruh. Dan bahkan ada trend baru PHI justeru dijadikan alat oleh para pengusaha nakal untuk mempermainkan buruh dengan berlindung dibalik payung hukum.&lt;br /&gt;Bukan hanya prosesnya yang jelimet tapi persoalan waktupun menjadi masalah. Asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya murah menjadi sebuah keniscayaan bagi buruh.&lt;br /&gt;Buruh boleh menang dalam mediasi, PHI bahkan kasasi. Tapi ketika mau eksekusi harus menunggu tanpa ada kepastian hukum yang jelas. Dan juga dihadapkan pada persoalan biaya...!&lt;br /&gt;Berangkat dari fakta tersebut, kami beranggapan bahwa UU No. 2 Tahun 2004 sudah waktunya direvisi sehingga lebih pro buruh atau minimal memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi buruh.&lt;br /&gt;Mohon saran, masukan dan support kawan2 semua....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=108092774431#/topic.php?uid=108092774431&amp;topic=9760"&gt;Pengurus Pusat Sptsk Spsi menulispada 13 Agustus 2009 jam 17:48&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-523944705663293222?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/523944705663293222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/penyelesaian-perselisihan-hubungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/523944705663293222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/523944705663293222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/penyelesaian-perselisihan-hubungan.html' title='Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-4487739130310108364</id><published>2009-08-15T20:59:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:51:31.695-08:00</updated><title type='text'>Kisah Di Balik Layar “Damai ACEH”</title><content type='html'>Oleh Jusuf Kalla - 23 Mei 2009 - Dibaca 4771 Kali - &lt;br /&gt;http://jusufkalla.kompasiana.com/2009/05/23/kisah-di-balik-layar-damai-aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya keterlibatan saya dalam menyelesaikan Konflik Aceh itu hanya kebetulan belaka. Meski sebenarnya sebelum mendamaikan Aceh, saya sudah memiliki pengalaman dalam mendamaikan Ambon dan Poso. Bagi anda yang belum begitu mengetahui bagaimana cerita di balik layar tentang proses perdamaian Aceh, maka saya akan menceritakan kepada anda semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Zaman Ibu Mega menjabat sebagai presiden saat itu saya dipercayakan sebagai MENKOKESRA. Nah salah satu tugas daripada MENKOKESRA adalah mengurusi pengungsi, dan salah satu pengungsi terbesar itu ada di ACEH. Sebenarnya urusan untuk mendamaikan atau pun meredam konflik Aceh itu sebenarnya tugas dari MENKOPOLKAM yang saat itu sedang dijabat oleh pak SBY. Saya pertama kali mengunjungi pengungsi Aceh di ajak oleh beliau (Pak SBY). Saat itu sudah ada 2,5 juta orang. Maka saya mengambil kesimpulan, urusan pengungsi ini, tidak bisa diselesaikan tanpa adanya perdamaian. Mengingat sebelumnya saya sudah punya pengalaman dalam hal mendamaikan Aceh, Poso maka saya berinisitif dan meminta izin kepada Presiden untuk membantu mendamaikan Aceh tanpa bermaksud untuk memotong tugas dan wewenang dari seorang MENKOPOLKAM. Presiden memberi izin, dan saya mulai mengumpulkan tim yang terdiri atas saudara Hamid Awaluddin dan dr. Farid serta beberapa teman lainnya. Sementara untuk bendahara Tim saya mengangkat istri saya, karena memang ada biaya perdamaian ini yang diambil dari kocek pribadi saya, (saya tidak akan mengatakan berapa jumlahnya). &lt;br /&gt;Langkah pertama yang saya lakukan ialah mencari tahu apa persoalannya. datangi persoalannya, ketahui persoalannya, tanpa mengetahui persoalannya dan mendatangi persoalannya. Karena itu yang pertama ialah mempelajari apa masalah sebenarnya. Sering orang salah mengira masalah yang terjadi di Aceh. Banyak yang menyangka bahwa itu murni masalah syariah. Padahal bukan! inti masalahnya adalah ketidakadilan. &lt;br /&gt;Pada waktu diadakan perundingan, tepatnya selama 17 hari, saya sampai bosan, karena semua buku di meja saya, semua buku tentang Maluku, buku di kamar, di mobil semua tentang Maluku, sehingga saya merasa orang Maluku. &lt;br /&gt;Ketika perjanjian damai ditanda tangani, banyak pihak yang sangsi, kalau damai di Aceh akan benar-benar terwujud. Banyak yang menganggap bahwa itu hanya bagian dari strategi GAM untuk mengumpulkan kembali kekuatan yang sempat porak poranda akibat tsunami pada 2004 akhir. Termasuk panglima TNI waktu itu, dia bilang ke saya “wah pak bagaimana, seandainya GAM maupun TNI tetap mengangkat senjata, meski perjanjian damai sudah ditanda tangani ? Saya bilang, “Pak Panglima, saya yakin ini selesai!”, siapa sih yang enak tinggal di hutan, digigitin nyamuk, makan seadanya ubi kayu, apa enak?”, mending pulang ke kota ketemu keluarga, anak istri,. Hal yang sama juga dengan tentara kita emang enak itu TNI tinggal di Aceh, uang makannya hanya 17 ribu, makan supermi, selalu dihantui oleh perasaan ditembak, dan tidak tahu perang melawan siapa, bahan bias dikata perang melawan saudara sendiri, apa enak itu?”. &lt;br /&gt;Jadi yakinlah bahwa begitu damai maka langsunglah teman-teman (TNI) bisa pulang. Itulah jaminan saya, dan jaminan itu juga saya minta kepada Presiden untuk memberi jaminan yang sama. Apabila GAM meletakkan senjata, maka TNI pulang. Ini disebut sebagai sistem cash and carry, yang merupakan sistem pertama yang diterapkan di dunia, dalam upaya melakukan perdamian antara dua pihak yang bertikai. Teknisnya setiap 300 pucuk senjata GAM yang diserahkan maka 10 Batalyon pasukan TNI yang ditarik pulang. &lt;br /&gt;Kemudian masalah muncul lagi, GAM tidak mau menyerahkan senjata ke TNI, karena yang ditanda tangani di Helsinky itu adalah surat perjanjian damai, bukan menyerah. Artinya apabila GAM menyerahkan senjata ke TNI itu berarti dia mengaku kalah. Jadi harus kita cari jalan tengah lagi, akhirnya mucul ide, agar GAM tidak merasa harga dirinya diinjak injak maka diambil keputusan bahwa GAM tidak perlu menyerahkan senjata ke Pemerintah Indonesia. Ia cukup menyerahkan senjatanya kepada pemantau asing dalam hal ini AMM untuk kemudian di bawah ke tengah lapangan dan dipotong oleh pihak AMM , dan disaksikan oleh seluruh pihak,&lt;br /&gt;Tahap awal 300 pucuk senjata dipotong di tengah tanah lapang. Setiap senjata dibelah dan dipotong 3, dan setiap pihak menyimpan salah satu bagian sebagai kenang-kenangan. Jadi kalau di media ada yang memberitakan GAM menyerahkan senjata kepada TNI, itu salah !!. GAM tidak pernah menyerahkan senjatanya, tapi ia berdasaran kesepakatan antara GAM dan Pemerintah RI, bahwa senjata diserahlan kepada pihak AMM. Pemerintah sendiri menjadi saksi dari segi jumlah maupun senjata yang disetor ke AMM. Jadi itu strategi yang saya ambil waktu itu sebagai jalan untuk Win-Win Solution. 300 senjata dipotong, 10 batalyon TNI naik kapal di pelabuhan untuk pulang ke daerah masing-masing. Jadi ini yang saya namakan sistem ”Cash and Carry” yang adil, karena 10 Batalyon itu sama dengan 300 Pasukan sesuai dengan jumlah senjata GAM yang dipotong pada tahap awal damai.&lt;br /&gt;Kemudian tahap selanjutnya, barulah proses resmi di samping doa bersama-sama. Dan yang paling sulit adalah soal partai politik lokal sesuai dengan syarat yang diminta oleh GAM. Waktu itu ada yang menganggap Partai lokal itu, melanggar Undang-undang, tapi saya bilang tidak, ada juga contoh partai politik lokal, contoh pada tahun 1955, ada partai lokal dan contoh Undang-undang Kedudukan Partai, di situ ada peluang mendirikan partai lokal,. Tetapi tetap saja rumit sekali mencarikan jalan keluarnya. Padahal Ini perundingan terakhir, perundingan satu malam, ada rumusan yang tidak sesuai, perundingan damai terancam dead lock. &lt;br /&gt;Saya kebetulan malam itu hanya berdua dengan istri. Kemudian salah seorang Kyai yang juga sahabat saya menelepon ”saya tahu pak jusuf lagi kesulitan, ada baiknya baca Yassin 10 kali, insya allah selesai persoalan. Akhirnya saran itu saya jalankan, berhubung membaca Yassin 10 kali itu memakan waktu yang lamabisa 2 jam untuk saya. Jadi saya minta istri saya untuk bantu, dia baca 5 kali dan saya juga baca 5 kali, jadi 10 kan ? Habis membaca Yassin langsung ada telepon, dari Helsinki, yang menyatakan bahwa perundingan bisa dilanjutkan. &lt;br /&gt;Pak Presiden tidak jadi masalah, akhirnya draft atas izin presiden saya tanda tangani lagi jam 1 malam. Saudara Malik paraf juga biar. Sepuluh menit kemudian datang paraf, beliau paraf, baru saya tidur, alhamdulillah, karena itulah perundingan terakhir sebelum penandatanganan. Jadi yakin 10 kali, dan ini penting. Saya pada waktu itu bertanya kepada Saudara Saman, kata Pak Saman di hutan di Aceh, dia berhubungan terus dengan Pak Malik. Saya tanya waktu itu, Pak, pada malam terakhir itu, you bikin apa? Kami bingung juga kapan selesainya ini, bagaimana. Jadi kami berdua shalat tahajud di masjid, dan alhamdulillah selesai, rupanya antara kedua belah piahk sama sama ingin damai. Salah satunya Pak Malik juga ingin damai, dan dengan doa semuanya, apapun upaya itu, tanpa upaya dan doa itu tidak akan selesai.&lt;br /&gt;saya kira perundingan Aceh yang paling murah yang kita lakukan. Karena tidak ada anggarannya, dari Negara. Istri saya yang menjadi bendahara . dr. Farid merangkap segala macam, karena dia yang paling muda. dan saudara Hamid yang akan tercatat dalam sejarah, karena fotonya ada di situ waktu penandatangan perjanjian damai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-4487739130310108364?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/4487739130310108364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/kisah-di-balik-layar-damai-aceh_1410.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4487739130310108364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4487739130310108364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/08/kisah-di-balik-layar-damai-aceh_1410.html' title='Kisah Di Balik Layar “Damai ACEH”'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-1931723840091144485</id><published>2009-07-31T15:56:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:52:36.055-08:00</updated><title type='text'>TKI, Azab di Arab, Mujur di Singapura</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KOMPAS.com — Saat ditanya, negara tujuan mana yang paling bermasalah buat tenaga kerja wanita Indonesia? Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Luar Negeri Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo menjawab, ”Pertama, Malaysia, berikutnya, Arab Saudi, Kuwait, dan Jordania.” Lalu, negara tujuan paling menguntungkan? ”Singapura, Hongkong, dan Taiwan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib TKW Indonesia di Singapura selintas memang relatif mujur. Gaji mereka sebulan, seperti pengakuan sejumlah TKW saat ditemui di Singapura, Jumat (17/7), 350-1.200 dollar Singapura atau Rp 2,5 juta-Rp 8,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata majikan mereka takut menganiaya TKW. Sebab, dalam soal penegakan hukum, otoritas Singapura tidak pandang bulu. Umumnya yang membuat mereka tidak betah karena majikan terlalu cerewet kepada mereka. Hal lainnya, rindu kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Duta Besar RI untuk Singapura Wardana, dari 1.400 kasus yang terkait dengan TKW, kurang dari 200 kasus tergolong kasus pidana ringan. ”Sampai sekarang, baru ada satu kasus heboh di mana seorang TKW dianiaya sampai giginya tanggal,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini, lanjut Wardana, justru menimbulkan kemarahan rakyat Singapura yang merasa malu. Asosiasi Dokter Gigi Singapura lalu tergerak memberikan pengobatan dan perawatan gratis kepada korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu. Kalangan TKW Indonesia di Singapura juga didorong oleh Kedutaan Besar RI, mahasiswa, dan kalangan profesional Indonesia di Singapura untuk mengembangkan keterampilan dan pendidikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung pun bersambut. Kini sebagian TKW lebih suka menghabiskan libur akhir pekan di sekolah Indonesia. Padahal, sebelumnya, mereka lebih suka membunuh waktu di mal-mal secara berkelompok. Hasilnya? TKW Sumarni asal Wonogiri yang saat tiba di Singapura cuma lulusan SD kini sedang menempuh program diploma dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak memang TKW Indonesia di Singapura yang sesukses Sumarni. Maklum, kegiatan program pendidikan dan latihan yang dilakukan KBRI baru seumur jagung. Meski demikian, hasilnya sudah mulai menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KBRI di Singapura mulai mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan bagi TKW Indonesia pada 2 Februari 2009. Kini lembaga ini diikuti 512 TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada peserta pendidikan yang masih mengikuti program Kejar Paket B yang setara dengan pendidikan SMP. Ada yang sudah mengikuti program Kejar Paket A yang setara dengan pendidikan SMA, sementara sebagian kecil lainnya mengikuti program universitas terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka melakukan pendaftaran di sekolah Indonesia, beberapa majikan tampak mengantar mereka dengan mobil. ”Meski majikan saya cerewet, kalau soal pendidikan, dia memberikan perhatian istimewa kepada saya. Saya senang,” tuutr TKW, Atun (22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyelenggarakan pendidikan, KBRI juga memberikan penbekalan keterampilan memasak, menjahit, komputer, serta bahasa Inggris dan Mandarin. Untuk kursus komputer, KBRI menyediakan 60 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami melakukan dalam satu paket yang berlangsung dua pekan sekali pada pukul 10.00-15.00. Biayanya tak seberapa, hanya 50 dollar Singapura. Biaya ini kami pungut hanya agar membangkitkan rasa tanggung jawab TKW selama mengikuti pendidikan dan pelatihan,” kata Wardana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengharukan, lanjutnya, puluhan WNI keturunan China mau terlibat menjadi guru secara cuma-cuma bagi para TKW Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar mereka berasal dari kalangan menengah yang sudah lama bekerja di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, mereka mengajarkan bahasa Inggris dan Mandarin. Jumlah mereka yang terlibat saat ini 61 orang. Saat ditemui di sekolah Indonesia, mereka tidak ingin diwawancarai atau dipotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan berburuk sangka. Mereka memang begitu. Mau bekerja keras dan membantu orang lain, tetapi tak ingin tampil,” kata Wardana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering menyemangati para TKW untuk menimba ilmu dengan mengatakan, ”Kalau sertifikat kursus komputernya diterbitkan di Wonogiri, itu biasa. Namun, kalau yang menerbitkan Singapura, kan bisa dipajang bagus di rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wardana menjelaskan, selain melakukan pendidikan dan pelatihan, KBRI Singapura juga membuat lembaga perlindungan dan konsultasi bagi TKW, baik melalui pertemuan maupun lewat telepon. ”Umumnya telepon padat pada pukul 22.00 sampai subuh,” ucap Fahmi, Sekretaris I Konsuler KBRI, yang mengelola lembaga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dirasa perlu ditindaklanjuti, KBRI mempertemukan agen, majikan, dan TKW di ruang konsultasi khusus TKW di KBRI. Saat sedang bermasalah, TKW ditampung menginap di KBRI. ”Jumlah yang ditampung saat ini ada 112 orang,” tutur Fahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski relatif nyaman bekerja sebagai TKW di Singapura, sejumlah TKW di tempat penampungan di KBRI mengaku belum bisa bekerja lama di Singapura. Mereka masih sering rindu pada kampung halaman atau orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti (23), TKW asal Kendal, Jawa Tengah, misalnya. Saat ini penghasilan bersihnya setiap bulan 320 dollar Singapura. Menurut dia, majikannya baik kepadanya. ”Yang membuat saya ingin kembali ke kampung halaman karena kangen Emak,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Siti dan kawan-kawannya, untuk berangkat ke luar negeri menjadi TKW, mereka harus mau tidak digaji selama delapan bulan demi melunasi utang kepada agen. ”Karena saya pulang sebelum delapan bulan, saya harus membayar sisa utang Rp 24 juta. Sudah saya siapkan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya, apakah tidak menyesal memutuskan kembali ke kampung halaman, ia menjawab, ”Rezeki sudah ada yang mengatur.” Oleh Windoro Adi, Kompas - Jumat, Juli 31.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-1931723840091144485?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/1931723840091144485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/07/tki-azab-di-arab-mujur-di-singapura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1931723840091144485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1931723840091144485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/07/tki-azab-di-arab-mujur-di-singapura.html' title='TKI, Azab di Arab, Mujur di Singapura'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-1073439595930776189</id><published>2009-04-27T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:53:05.040-08:00</updated><title type='text'>Newmont Klaim Nilai Asetnya 4,9 Miliar Dolar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jakarta (ANTARA News) - Pemegang saham asing PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengklaim nilai aset perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut saat ini mencapai sebesar 4,9 miliar dolar AS (sekitar Rp53,9 triliun).&lt;br /&gt;Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Bambang Setiawan usai bertemu manajemen Newmont di Jakarta, Jumat mengatakan, akan mengkaji nilai aset yang diklaim Newmont itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertemuan kali ini hanya mendengarkan paparan Newmont. Belum ada negosiasi harga, apalagi kesepakatan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nilai aset sebesar itu maka bisa dihitung harga tujuh persen saham divestasi NNT tahun 2009 adalah sebesar 348 juta dolar AS atau masih sama dengan penawaran sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bambang, pihaknya akan bertemu lagi dengan NNT untuk membahas nilai aset perusahaan tambang tersebut pada pekan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan minta harga yang lebih murah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dirut NNT Martiono Hadianto enggan menanggapi nilai aset yang disebutkan Bambang tersebut dengan hanya mengatakan, perhitungan harga saham tidak hanya memakai asumsi sekarang, namun juga proyeksi ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harga komoditas, asumsi lainnya yang dipakai adalah inflasi dan biaya-biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut, selain Departemen ESDM dan NNT, hadir pula perwakilan Departemen Keuangan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arbitrase internasional memutuskan NNT wajib mendivestasikan 17 persen saham divestasi tahun 2006 hingga 2008 dalam waktu 180 hari sejak 31 Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perinciannya adalah tiga persen saham 2006, tujuh persen saham 2007, dan tujuh persen saham 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan NNT menyepakati harga saham divestasi tahun 2006 dan 2007, sedangkan saham divestasi 2008, NNT baru tahap menawarkan ke pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan harga tiga persen saham tahun 2006 adalah 109 juta dolar AS dengan nilai aset 3,63 miliar dolar AS dan tujuh persen saham 2007 senilai 282 juta dolar AS dengan aset 4,03 miliar dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang, tujuh persen saham tahun 2008, NNT sudah menawarkan harga 426 juta dolar AS dengan nilai aset 6,09 miliar dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NNT juga sudah menawarkan harga saham divestasi tahun 2009 sebesar tujuh persen senilai 348 juta dolar AS dengan aset 4,97 miliar dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://info-campursari.blogspot.com/2009/04/newmont-klaim-nilai-asetnya-49-miliar.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-1073439595930776189?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://info-campursari.blogspot.com/2009/04/newmont-klaim-nilai-asetnya-49-miliar.html' title='Newmont Klaim Nilai Asetnya 4,9 Miliar Dolar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/1073439595930776189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/newmont-klaim-nilai-asetnya-49-miliar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1073439595930776189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1073439595930776189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/newmont-klaim-nilai-asetnya-49-miliar.html' title='Newmont Klaim Nilai Asetnya 4,9 Miliar Dolar'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-8718217598949418720</id><published>2009-04-15T04:17:00.001-07:00</published><updated>2010-01-29T06:54:05.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Newmont Nusa Tenggara'/><title type='text'>PENGUMUMAN HASIL PEMILIHAN KETUA SPSI KEP PUK PT. NEWMONT NUSA TENGGARA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kampanye damai pemilihan ketua SPSI KEP PUK PT. Newmon Nusa Tenggara telah berakhir dengan dilaksanakannya pemilihan ketua kemudian diumumkannya hasil pemilihan yang dilaksanakan sejak tanggal 24 sampai dengan 28 Maret 2009. Pengumuman yang tidak menyertakan tanggal dan nomor registrasi, menyebutkan Muhammad Syahril sebagi pemenang dengan perolehan suara terbanyak dari suara pemilih. Pengumuman hasil pemilihan yang dikeluarkan tanpa tanggal dan nomor registrasi, oleh panitia pemilihan menyebutkan secara lengkap hasil perolehan suara terdiri atas 6 calon ketua SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara periode 2009-2012 sebagi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Muslim Sabil, NB 0130, 451 suara atau 17, 26%&lt;br /&gt;2. Zainudin Wanden, NB 4954, 620 suara atau 23,75%&lt;br /&gt;3. Muhammad Syahril, NB 0133, 863 suara atau 33,03%&lt;br /&gt;4. Salamudin Yusuf, NB 2820, 381suara atau 14,58%&lt;br /&gt;5. Taufiqurrahman, NB 3468, 86 suara atau 3,29% dan&lt;br /&gt;6. Petrus Madi, NB 4611, 195 suara atau 7,46%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data lengkap sesuai surat keputusan panitia pemilihan yang diketuai oleh Arsyad ; Suara sah = 2596 suara (84, 09%), Tidak Sah = 17 (0,55%) dan golput = 477 suara (15,35%) dari total anggota SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara sebanyak 3.087 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berakhirnya proses demokrasi dilingkungan kerja PT. Newmont Nusa Tenggara pertanda dimulainya proses perjuangan SPSI sebagai wadah aspirasi bagi 4500 lebih pekerja tambang. SPSI harus berkonsentrasi menghadapi berbagai persoalan industrial yang timbul. Selain itu SPSI harus berhadapan dengan segala aspek profesionalisme perusahaan yang tanpa disadari dapat menggiring pekerja pada dimensi kelemahan manusiawi. Harus diakui bahwa perusahaan dengan segala aspeknya, telah dibentengi dengan berbagai lini, secara utuh dapat leluasa menetapkan berbagai kebijakan bisnisnya tanpa harus mempertimbangkan aspek industrial para pekerjanya. Seperti penetapan kebijakan penggajian dan pemberian bonus tanpa mempertimbangkan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah. Perbedaan antara tunjangan tetap dengan tunjungan tidak tetap seolah tidak ada batas yang jelas dan pada akhirnya akan merugikan pekerja untuk jangka panjang. Seperti pemberian bonus dengan memasukkan absensi pekerja sebagi patokan dasar adalah keliru. Sebab absensi pekerja harusnya berpengaruh pada behavior yang merujuk pada kenaikan gaji, bukan bonus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak dilema industrial, ada lagi masalah yang cukup mendesak yang harus dipikirkan, yaitu diciptakannya kesepahaman mengenai uang pesangon dan uang jasa atau istilah lainnya. Dimana uang pesangon dan uang jasa selama ini yang telah ditetapkan oleh pemerintah hanya berlaku secara umum. Tidak pernah melihat faktor resiko atau tingkat kerawanan keselamatan/kesehatan pra atau pasca kerja bagi pekerja. Demikian juga nilai keuntungan/profisasi yang diperoleh perusahaan tidak ada penggolongan sehingga antara pebrik tahu/tempe dengan perusahaan penambangan emas/tembaga berlaku sama. Inilah yang menjadi PR terbesar bagi SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara. Sebagai perusahaan tambang berskala internasional, dan telah mengadopsi sistim kerja dengan dukungan berbagai infrastruktur canggih seharusnya memberi nilai tambah bagi kelangsungan masa depan pekerjanya. Tidak hanya bernilai ekonomis yang bersifat konsumtif, tetapi juga lebih bernilai filosofis dengan membangun sember daya manusia yang berdaya saing. Tak dapat dipungkiri bahwa kontribusi yang diberikan oleh perusahaan terutama bagi pertumbuhan daerah yang disebut sebagai 'lingkar tambang', suatu prestasi yang menyenangkan, namun tidak meyakinkan. Kenapa disebut tidak meyakinkan? karena semua bentuk kontribusi itu tidak mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari pada itu, pembangunan dibidang sumber daya manusia hanya berlangsung tidak lebih dari bersifat lipservice belaka. Karena kebijakan selama ini hanya membangun secara individual. Tidak pernah tejadi pengembangan secara profesional. Inilah salah satu bagian tugas SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara. Bagaimana cara meletakkan dasar sebagai pertimbangan penetapan kebijakan perusahaan pada bidang sumber daya manusia. Sebab tak ada gunanya bila semua hal yang dibahas adalah hal-hal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan berbagai surat keputusannya. Jadi tantangan terberat SPSI adalah bagaimana menggali hal-hal subtansial yang berhunbungan erat dengan kaidah kerja dan menjadikan suatu jaminan yang bermanfaat bagi pekerja secara umum, berkelanjutan dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPSI yang akan melaksanakan mandat dan amanat pekerja 2009-2012, hendaknya bekerja ekstra keras untuk menunjukkan eksistensinya sebagai wakil pekerja. Sebagai harapan pekerja, hendaknya melakukan perubahan yang bermanfaaf dengan konsisten dan aspiratif. Diidukung oleh 3000 lebih anggota, dengan iuran sebesar Rp 5000 perbulan per-anggota, semoga SPSI tidak hanya menjadi alat pengesah/legislasi bagi kebijakan perusahaan. Jalankan SPSI sebagai kontrol atas kebijakan perusahaan. Ciptakan dimensi kerja yang lebih harmonis dan arahkan kebijakan pada aspek perbaikan dari waktu kewaktu. Jangan serbagai alat bongkar pasang kebijakan tanpa menilai harkat dan manfaaf yang akan berlaku bagi pekerja secara umum. Sebagai akhir dari tulisan ini, diucapkan selamat buat ketua baru yang juga merupakan penerus dari pengurus lama. Tantangan menanti, tunjukkan dalam bentuk kenyataan, ungkapan dan pernyataan sudah bukan jamannya untuk meyakinkan para anggota. Tetapi harus dalam bentuk tidakan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-8718217598949418720?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/8718217598949418720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/pengumuman-hasil-pemilihan-ketua-spsi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8718217598949418720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/8718217598949418720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/pengumuman-hasil-pemilihan-ketua-spsi.html' title='PENGUMUMAN HASIL PEMILIHAN KETUA SPSI KEP PUK PT. NEWMONT NUSA TENGGARA'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-4248116550653322053</id><published>2009-04-05T06:51:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:54:35.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arbitrase internasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Newmont Nusa Tenggara'/><title type='text'>Indonesia Menangkan Gugatan Atas Newmont</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pengadilan arbitrase internasional memenangkan gugatan Pemerintah Indonesia atas PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) terkait sengketa divestasi saham perusahaan tambang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Pengacara Negara Joseph Suwardi Sabda ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2009), mengatakan, sesuai putusan yang diambil Selasa ini, Newmont diharuskan mendivestasi 17 persen sahamnya kepada pihak nasional Indonesia dalam waktu 180 hari sejak putusan arbitrase dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sampai 180 hari Newmont belum juga mendivestasikan sahamnya, maka pemerintah bisa mencabut kontrak karyanya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan tersebut diambil tiga arbiter yakni arbitrer bersama Robert Primer asal Swiss, arbitrer pemerintah M Sornarajah, dan Steven Sublle yang ditunjuk Newmont.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan terminasi yang diminta Pemerintah Indonesia, lanjutnya, tidak dikabulkan. "Terlalu berat kalau sampai terminasi," katanya. Penyelesaian melalui arbitrase internasional diambil pemerintah karena Newmont dinilai lalai melaksanakan kewajiban divestasi yang sudah disepakati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai kontrak karya, NNT berkewajiban mendivestasi 51 saham kepada pihak nasional yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah atau perusahaan nasional sampai 2010. Kewajiban divestasi itu adalah sebanyak tiga persen saham tahun 2006 senilai 109 juta dolar AS dan tujuh persen saham pada 2007 senilai 282 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Antara.co.id&lt;br /&gt;Cheers, frizzy&lt;br /&gt;http://frizzy2008.blogspot.com/2009/03/indonesia-menangkan-gugatan-atas.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-4248116550653322053?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://frizzy2008.blogspot.com/2009/03/indonesia-menangkan-gugatan-atas.html' title='Indonesia Menangkan Gugatan Atas Newmont'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/4248116550653322053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/indonesia-menangkan-gugatan-atas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4248116550653322053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4248116550653322053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/04/indonesia-menangkan-gugatan-atas.html' title='Indonesia Menangkan Gugatan Atas Newmont'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-2794752734985043280</id><published>2009-03-25T16:04:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:55:04.979-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Newmont Nusa Tenggara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NNT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKB'/><title type='text'>Kampanye Damai SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara 2009-2012</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bersama dalam misi mewujudkan segala perbedaan menjadi suatu kebersamaan dalam satu tujuan yang akan memberi nilai tambah secara optimal dan menjadikan SPSI sebagai alat kontrol dengan prinsip tak ada perubahan jika tidak diawali dengan tindakan nyata.&lt;br /&gt;PETRUS MADI, NB 4611, Calon Ketua SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara No. 6&lt;br /&gt;Visi : Profesionalisme, Keahlian/Skill, Tingkat Resiko/Degrees of Risk.&lt;br /&gt;Misi : Sistim Upah, Peninjauan PKB, Sistim Penerapan Bonus, PHK, Pesangon, Iuran SPSI, Penalti Boat (Jetty) Permasalahan lain berdasar skala prioritas.&lt;br /&gt;Sudut Pandang : Pemerintah - Perusahaan - SPSI = Kesejahteraan Bersama Pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah inti dari kampanye pemilihan calon ketua SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara periode tahun 2009-2012. Dari enam kandidat calon ketua, Petrus Madi calon dengan nomor urut 6 ternyata mampu mendominasi debat kandidat yang diselenggarakan pada tanggal 18 Maret 2008. Diam-diam Petrus Madi banyak merebut perhatian pekerja calon pemilih dari berbagai kalangan karena sikapnya yang tenang dan berwibawa. Selain itu acara yang diselenggarakan di Sport Hall Townsite, PT. NNT ini, mendominasi acara debat dengan sikapnya profesional menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh panelis ataupun dari penanya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sikap tegas menanggapi setiap kritik dari kandidat lain, Petrus Madi memberikan signal baik bila ia akan menjadi kandidat terberat Muhamad Syahril yang sekarang masih menjabat sebagai ketua SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara periode tahun 2007-2009. Dalam kontes memperebutkan minimal 50% plus 1 suara pekerja dari 3000 lebih pemilih. PT. NNT yang memiliki karyawan tetap (belum termasuk kontraktor) sekitar 4500 orang ini menjadi ajang demokrasi internal setiap akhir masa kepengurusan ketua SPSI. Suatu simbol positif yang bisa dicontoh oleh kita semua pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pemilihan ketua SPSI telah menjadi icon demokrasi pada PT. NNT selama ini, namun hasil yang diperoleh pada setiap pengurus boleh dikatakan tidak ada yang menonjol atau memberikan hasil yang optimal. Selama 4 kali masa kepengurusan ketua SPSI, sekarang memasuki kepengurusan ke 5 kalinya, ternayata hasil yang ditunjukkan Melalui KKB (Kesepakatan Kerja Bersama) atau PKB hanyalah hasil "copy paste" saja. Kenapa dikatakan hasil copy paste, karena secara kualitas dari isi KKB yang dihasilkan semakin menurun dari waktu kewaktu dan cenderung hanya menyalin isi peraturan pemerintah yang sudah mutlak adanya. Hal ini sangat ironi karena peraturan pemerintah sebagai ketentuan umum malah disalin menjadi ketentuan khusus yang dituangkan didalam perjanjian kerja bersama. Disinilah letak kelemahan kita sebagai pekerja, kita tidak mampu menggali hal-hal yang subtansial yang sekiranya berhubungan dan atau berdampak langsung ataupun tidah bagi pekerja. Baik selama bekerja maupun setelah ia tidak bekerja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya kita berpikir bersama,  bagaimana mengarahkan sistim pesangon yang sudah diatur oleh pemerintah agar menjadi lebih baik, sebagai contoh PHK terjadi karena sponsor perusahaan. Seharusnya yang menjadi pembicaraan adalah persetase pesangon dan uang jasa diformat dalam suatu "Formulasi Logis Rasional" yaitu :&lt;br /&gt;1. Pesangon : {(masakerja+1) + sisa kontrak karya perusahaan} x 1 bulan upah (upah pokok+tunjangan tetap) bukan gaji pokok.&lt;br /&gt;2. Uang Jasa : {(masa kerja x 2) + sisa kontrak karya} x  1 bulan upah (upah pokok+tunjangan tetap) bukan gaji pokok.&lt;br /&gt;3. Kompensasi kesehatan : ekuivalen nilai kesehatan yang diasuransikan oleh perusahaan yaitu US$ 25.000 pertahun.&lt;br /&gt;4. Hak-Hak normatif lain yang umum dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah formulasi logis rasional, kita ciptakan dengan mengukur tingkat keuntungan perusahaan. Seperti penetapan bonus 600% gaji pokok bila harga penjualan mencapai US$ 0,75/pon pada KKB 2004-2007 yang lalu. Ternyata harga yang ditetapkan pada masa itu, dibanding dengan harga pasar ril jauh melampaui, yaitu sampai dengan US$ 4/pon. Tetapi apa yang terjadi, ternyata hanya menciptakan diskriminasi model baru. Karena gaji karyawan tidak sama satu dengan yang lainnya. Ambil contoh karyawan rendahan mendapat gaji pokok Rp 1000,- yang menengah Rp 2000 dan yang atas Rp 3000,-. Tak perlu disebutkan berapa selisih angka bila masing-masing karyawan mendapatkan porsi 600% dari upah mereka. Filosofi bonus "Keuntungan Yang Harus Dinikmati Bersama" dalam penjelasan Kepmen 64/82 tentang upah pokok dan upah lembur sama sekali tidah tersentuh. Seharusnya keuntungan perusahaan berupa "pos bonus 600% gaji karyawan" dibagi rata kepada seluruh karyawan tanpa berpatokan pada skala upahnya. Atau sejumlah uang yang setara dengan nilai 6 x gaji karyawan dibagikan secara proporsional tetapi tidak jauh berbeda. Baru bonus bisa dikatakan keuntungan perusahaan yang harus dinikmati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap agar ketua SPSI PT. NNT yang baru nanti mampu memikirkan hal-hal semacam ini atau mungkin bisa lebih baik lagi. Harapan pekerja hanyalah perbaikan tatanan tingkat kesejahteraan. Bukan janji, tetapi sebuah tindak lanjut yang mengarah pada perbaikan yang sistematis. Hal yang agak lucu walau trend yang selalu didengar pasca perundingan PKB yaitu telah terjadi perdebatan alot dimeja perundingan. Namun setelah melihat hasil seperti yang tertuang didalam PKB ternyata sebagian besar hanya berisi pasal-pasal tempelan ditambah satu pasal karet "bila ternyata dikemudian hari terdapat ketentuan yang nilainya merugikan pekerja..." dan sudah berulang kali terjadi. Suatu indikasi bahwa kita sebagai tenaga kerja masih sangat rendah secara kualitas karena ternyata belum mampu menggali sedalam mungkin berbagai potensi yang seharusnya kita miliki. Hendaknya kita banyak bercermin kepada pekerja didunia luar. Azas profesional benar-benar telah diterapkan dan berlaku sebagai pegangan dasar dalam kehidupan bekerja. Jangan sampai terjadi ada istilah parodi yang mengatakan Kerja Pakai Sistim Barat tetapi Pengupahan Menggunakan Cara UMR.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-2794752734985043280?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com/webhp?hl=id&amp;tab=Tw' title='Kampanye Damai SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara 2009-2012'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/2794752734985043280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/kampanye-damai-spsi-kep-puk-pt-newmon.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2794752734985043280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/2794752734985043280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/kampanye-damai-spsi-kep-puk-pt-newmon.html' title='Kampanye Damai SPSI KEP PUK PT. Newmont Nusa Tenggara 2009-2012'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-826195752644592432</id><published>2009-03-24T16:16:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:55:38.689-08:00</updated><title type='text'>Titik Aman Dunia Kerja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mungkin bagi sebagian orang, mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar serta fasilitas lengkap adalah suatu kebanggaan dan mempunyai nilai tersendiri. Apalagi bila sudah dapat membeli/membangun rumah besar lengkap dengan segala fasilitas dan isinya adalah impian bagi semua pekerja. Keadaan ini juga biasa diartikan sebagi titik aman. Tetapi apabila pekiran itu diarahkan selangkah lebih maju, yaitu bagaimana cara mempertahankan pola hidup  dan prilaku sosial setelah pekerjaan tersebut berlalu, entah karena usia pensiun, dipecat atau perusahaan tempat bekerj harus tutup. Belum lagi bila hal tak diinginkan dan tak terduga harus dialami seperti musibah bencana alam, atau menderita sakit yang membutuhkan perawatan dalam waktu jangka panjang. Bersukur bila perusahaan masih berbaik untuk memberi tunjangan berobat sebesar yang diperlukan. Inilah titik balik yang harus dipkirkan sebelum masa itu tiba, walau sebenarnya kita tetap berdoa agar hal semacam itu tidak terjadi pada siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terkadang dibuai, seolah apa yang dimiliki adalah sesuatu yang mutlak, Terkadang baru sadar setelah titik balik merubah segalanya dengan memaksa harus menerima kenyataan pahit apalagi bila sampai timbul penyesalan. Kita semua berharap dan berdoa agar tidak terjadi pada siapa saja. Namun tak salah berdoa, hendaknya dibarengi dengan upaya yang mengarah pada sistim preventif atau sikap jaga-jaga. Salah satunya adalah dengan mengenal yang namanya investasi, entah dengan menanam modal didalam perusahaan, atau menelusuri seluk beluk bursa saham. Atau yang lebih sederhana lagi adalah dengan membeli polis berbagai produk asuransi seperti asuransi perawatan kesehatan, asuransi perlindungan, dan asuransi jaminan hari tua. Selain itu ada juga pilihan lain dengan melibatkan diri dengan berbagai bisnis seperti membuka toko serba ada, menyediakan jasa layanan ke perusahaan bekas tempat kerja, membuka warung makan, bengkel otomotif, service electronik/komputer, bisnis oline dan lain-lain, yang penting sesuaikan bidang keahlian atau bakat yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal diatas, ada juga hal yang tak kalah penting yang harus di pikirkan yaitu bagaimana cara menciptakan penghasilan walau sudah tidak bekerja lagi. Dalam istilah populer penghasilan tersebut biasa disebut sebagai penghasilan pasif/passif income. Karena model penghasilan penghasilan ini sudah terbukti membuat banyak orang yang merasakan manfaat yang luar biasa. Hanya saja tidak semua orang memahami tentang hal tersebut karena memang tidak diajarkan disekolah. Passif income tersebut dapat dicapai dengan bergabung pada perusahaan yang memiliki sistim seperti MLM (Multi Level Marketing), DM (Direct marketing) dan Viral Marketing. Ketiga sistim ini mempunyai metode yang berbeda namun yang paling bagus adalah sistim direct marketing. Karena sistim ini tidak hanya memberi keuntungan bagi anggota di atas saja, namun merata sampai garis paling bawah. Selengkapnya akan dibahas pada artikel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai suatu tujuan seperti yang katakan diatas, tentu tidak dapat diperolah dengan gampang. Karena sangat sulit untuk mengenal dan menangkap sebuah peluang, apalagi jika tidak dibarengi dengan keterampilan finansial yang memadai dan harus mengubur setiap kesempatan dengan menerima keraguan dan mengijinkan setiap kegagalan dengan mencari alasan untuk membenarkannya. Inilah faktor kunci yang dapat menjawab kenyataan kenapa pada setiap 100 orang hanya 1 orang yang benar-benar sukses dan mapan. Selebihnya yaitu 82 orang diantaranya gagal dan tidak pernah bangkit lagi, 8 orang meninggal dunia,  dan 9 orang lainnya mengabdikan hidupnya dengan bekerja untuk menutupi kebutuhan hadupnya. Angka ini bukanlah hasil penelitian ilmiah, tetapi merupakan temuan dari pengamatan  yang dilakukan oleh pemerhati dibidang motivasi. Persentasenya tidak sama persis namun pada umumnya berada pada tingkat jajaran yang setara. Selain keraguan, sifat waspada dan hati-hati tidak selamanya memberi dampak positif bagi kehidupan. terutama bila dilihat dari sudut pandang bisnis. Karena sikap tersebut hanya akan memakan waktu untuk berpikir sementara kesempatan terus berlalu tanpa mengenal waktu dan sudah pasti jarang datang untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara waktu berlalu, pimikiran seperti diatas jarang atau bahkan tidak pernah diajarkan oleh dunia kerja. selain itu pekerja sendiri jarang atau malah tidak pernah memikirkan hal tersebut. Inilah yang menjadi  salah satu faktor penghambat bagi pertumbuhan kualitasnya. Sehingga setelah memasuki masa pensiun akan terpaksa kembali  pada pola hidup minimal atau boleh dikatakan sangat memprihatinkan. Tanpa bermaksud untuk mengingkari bahwa dunia kerja telah banyak menyangga kehidupan sosial masyarakat indonesia saat ini.Tetapi barangkali itulah sebab yang melahirkan istilah "pahlawan devisa" bagi TKI dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyedia tenaga kerja kasar "kuli" terbesar didunia.Sebuah kenyataan yang sangat ironi, satu sisi kita dan orang luar mengakui bahwa indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, namun disisi lain kita tidak pernah menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. Cobalah buktikan pada setiap perusahaan besar, apalagi perusahaan PMA, saya tidak menyebut bahwa kita bodoh, tapi memang orang asing-lah yang tetap menjadi tuan rumahnya. Menajdi tuan rumah dinegeri sendiri adalah sebuah impian yang tidak akan pernah menjadi kenyataan, bila tidak dibarengi dengan sikap dan pola pikir yang cerdas oleh kita sendiri. Fakta membuktikan bahwa kemajuan yang dicapai tidak seberapa bila dibandingkan dengan kemajuan yang raih oleh tenaga kerja dari negara lain.Selain kalah dari segi kualitas ekonomis juga tertinggal dari segi ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Untuk itu melalui tulisan ini saya mengajak anda semua, mari berpikir dan bila perlu lupakan titik aman dunia kerja. Tak ada istilah terlambat bila perubahan menjadi sebuah tujuan. Bangkitkan semangat jangan pernah berhenti berusaha walau harus melakukan kesalahan berulang kali. karena dari setiap kesalahan akan lahir sebuah kebenaran sesuai dengan yang sudah direncanakan. Ambil contoh sebuah tendangan cantik yang memasukkan sebuah gol dalam satu pertandingan sepak bola. Itu adalah titik akhir sebuah kesalahan yang berulang kali terjadi pada setiap sesi latihan. Sukese Tenaga Kerja Indonesia, Jaya Bangsa Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-826195752644592432?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sites.google.com/site/sites/system/app/pages/meta/dashboard/create-new-site' title='Titik Aman Dunia Kerja'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/826195752644592432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/titik-aman-dunia-kerja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/826195752644592432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/826195752644592432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/titik-aman-dunia-kerja.html' title='Titik Aman Dunia Kerja'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-7494722185978472983</id><published>2009-03-17T04:22:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:56:12.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tenaga Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keterampilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebutuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghasilan'/><title type='text'>Kualitas Tenaga Kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb-I07ezr_I/AAAAAAAAAC8/jP4ma1zMmyg/s1600-h/IMG_0012.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb-I07ezr_I/AAAAAAAAAC8/jP4ma1zMmyg/s200/IMG_0012.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314116528221958130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tenaga kerja dari kalangan menengah kebawah yang notabene sebagai pihak paling lemah dan tidak berdaya apa-apa. Sudah barang tentu lemah dari segi pendidikan, lemah status sosial  juga sangat lemah dibidang ekonomi. Sehingga mau tidak mau selalu terpaksa untuk tiga kali lebih lemah dibawa tingkatan pengusaha yang memang sudah memiliki ketiganya. Jadi bagaimanapun aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk menyetarakan pekerja dengan pengusaha, baik sebagai mitra pengusaha maupun sebagai aset perusahaan  tetap tidak akan berarti apa-apa bila pekerja itu sendiri tidak mengetahui apa yang dibutuhkan sebenarnya. Kita banyak menyaksikan seseorang yang diterima bekerja disuatu perusahaan, hal yang pertama dipikirkannya adalah bagaimana memiliki kebutuhan sekunder berupa koleksi barang-barang yang merupakan kegemaran umum setiap manusia. Belum lagi dengan desakan emosional untuk melengkapi kebutuhan lainnya dengan kwalitas terbaik. Demi gengsi untuk memiliki berbagai kemewahan lainnya dan segala sesuatu yang sebenarnya akan menambah beban hidup yang pada akhirnya akan senantiasa memperkecil volume pendapatan mereka karena harus menanggung biaya operasi dan biaya perbaikan serta biaya pemeliharaan dari barang-barang yang telah dimilikinya. Sadar atau tidak, bahwa hal demikian adalah merupakan beban yang dapat dihindari dengan mengerti apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan pokok kita sebagai penerima upah. Bukannya menambah beban, tapi potensi yang kita miliki hendaknya menjadi prioritas utama untuk diasah dan dikembangkan sehingga apa yang diperoleh dari pekerjan itu akan dapat menjadi sumber penghasilan baru. Sebagai contoh bilamana kita sadari bagaimana memproyeksikan upah yang kita terima dengan persentasi  tertentu, antara lain tunjangan hidup, rencana jangka menengah dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian keterampilan yang kita dapatkan dari pekerjaan sekarang ini dapat dikembangkan untuk menjdi sumber penghasilan baru diluar penghasilan kita sebagai pekerja. Dengan sendirinya apabila kita dapat memiliki sumber penghasilan lebih dari satu, maka secara mutlak beban kita akan berkurang. Bukannya meningkat, tidak jadi soal berapa upah yang kita peroleh tapi berapa berapa besar manfaat yang dapat diperoleh dari upah atas pekerjaan telah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana pekerja tidak mengerti akan kebutuhan pokoknya, dapat dipastikan bahwa ia akan menghabiskan usia mereka dengan bekerja keras menghasilkan lebih banyak buat majikan dan mendapatkan hanya sedikit sebagai imbalannya. Dan yang paling pahit adalah bukan tidak mungkin hal tersebut akan berlangsung selamanya dan menurun kepada anak keturunan sehingga tidak akan pernah mengalami perubahan apapun dari waktu kewaktu. Hal ini juga akan mempersulit pencapaian predikat pekerja sebagai mitra  perusahaan maupun sebagai aset dari perusahaan karena ketidak mampuan menciptakan nilai tambah sebagai tolak ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat betapa kepentingan pengusaha sangat jauh berbeda dengan kepentingan pekerja. Pengusaha menghendaki begaimana supaya dapat bekerja dengan sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya. Sementara pekerja menginginkan agar dapat bekerja dengan lebih sedikit untuk mendapatkan imbalan sebesar mungkin. Namun bila hal tersebut bisa didapatkan suatu titik temu sehingga kedua prinsip dasar yang berbeda dapat berjalan selaras maka hambatan semacam apapun dapat diatasi dengan mudah. Selama tidak ada unsur mementingkan pihak sendiri tanpa peduli dengan pihak lainnya pasti akan dicapai apa yang menjadi tujuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu hanya satu jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi perbedaan tersebut, yaitu pekerja hendaknya selalu berusaha meningkatkan kemampuan personalnya, juga keterampilan finansial tentunya sehingga dapat memiliki nilai tawar. Tidak seharusnya kita berada tiga lapis lebih lemah dibawa pengusaha. Kita ambil contoh tenaga kerja dinegara berkembang di Asia Tenggara seperti Hongkong, Jepang dan Korea Selatan dan tetangga dekat kita Singapura. Dinegara tersebut kehidupan pekerja benar-benar terjamin sebagaimana layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-7494722185978472983?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/7494722185978472983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/kualitas-tenaga-kerja.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7494722185978472983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/7494722185978472983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/kualitas-tenaga-kerja.html' title='Kualitas Tenaga Kerja'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb-I07ezr_I/AAAAAAAAAC8/jP4ma1zMmyg/s72-c/IMG_0012.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-5582457175066631683</id><published>2009-03-16T16:56:00.000-07:00</published><updated>2010-01-29T06:56:46.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Citacita'/><title type='text'>Cita-Cita Buat Pekerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb7qfhH56iI/AAAAAAAAAC0/RjxmrfSXgSM/s1600-h/Picture+030.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb7qfhH56iI/AAAAAAAAAC0/RjxmrfSXgSM/s320/Picture+030.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313942437532133922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai hambah "Sang Maha Pencipta", turut andil dalam kehidupan ini dan selaku pekerja sudah selayaknya kita turut  mengisi hidup yang istimewa ini. Karena hanya waktu dan tempat saja yang membedakan antara kaya dan miskin. Salah satu karunia besar yang diberikan oleh Sang Pencipta diantara ciptaan lainnya adalah akal. Maka pergunakanlah akal tersebut pada hal-hal yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita dimasa datang, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain maupun keturunan kita berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian dari akal tersebut adalah cita-cita. Inilah bentuk bangunan tersamar yang pantas kita wujudkan  menjadi kenyataan.Tidak salah kalau kita punya cita-cita sebesar apapun sesuai kehendak kita. Toh tak ada aturan yang membatasinya. Dan upayakan sebisa mungkin untuk dapat mewujudkannya. Ada banyak cara untuk hal ini, mulai belajar dengan bertanya sampai pada usaha melakukan dengan memulai dari awal. Tak peduli bagaimanapun bentuknya yang penting tidak melanggar norma agama dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Apapun caranya cobalah dan tetap melakukan walau selalu gagal. Tak peduli apapun hambatannya jangan pernah menghitung berapa kerugian yang harus dibayar atasnya. Maka pasti akan menemui hasilnya. Tidak salah kalau kita menengok perjalanan hidup Thoms Alfa Edison. Hidup dimulai dari ia dikeluarkan dari sekolah dasar kelas tiga. Sehingga ia harus berjualan asongan disekitar stasiun kereta api, jadi tukang semir sepatu untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Namun yang tak pernah lepas darinya adalah cita-cita. Sampai ia akhirnya dapat meninggalka karya abadinya yamg tersohor. Dimana ia menemukan lampu lisrtik dan mengantarnya sebagai salah satu penemu terbesar dimuka bumi ini. Walaupun sebenanrya cita-cita tersebut harus ia lalui dengan lebih dari seribu kali kegagalan toh akhirnya terwujud juga sampai pada hasil yang  diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk mewujudkan cita-cita seperti membalik telapak tangan. Tantangan dan hambatan sudah pasti menghadang didepan mata. Tak peduli apa kata orang yang, kalimat “hanya sedikit orang yang bia seperti dia”, atau “ buat apa susah-susah, yang penting  sudah cukup buat makan” dan sebagainya. Belum hambatan nyata yang datang dari orang dekat yang kita cintai, misalnya tidak mendapat dukungan dari keluarga, jelas itu suatu hal yang harus dihadapi pertama kali. Sebab tidak jarang sebuah ide untuk mewujudkan cita-cita mendapat tantangan pertama dan tidak adanya dana atau tidak mendapat dukungan moral karena ketidakfahaman mereka tentang apa yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-5582457175066631683?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/5582457175066631683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/cita-cita-buat-pekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/5582457175066631683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/5582457175066631683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/03/cita-cita-buat-pekerja.html' title='Cita-Cita Buat Pekerja'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/Sb7qfhH56iI/AAAAAAAAAC0/RjxmrfSXgSM/s72-c/Picture+030.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-1554857644426291260</id><published>2009-02-22T14:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:57:21.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan, Pelatihan dan Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SaHXzBrRbcI/AAAAAAAAAAc/dFuGT4-eVl0/s1600-h/Pisah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SaHXzBrRbcI/AAAAAAAAAAc/dFuGT4-eVl0/s200/Pisah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305759107642387906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendidikan, dan Pelatihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pendidikan, kita seolah mengarahkan pandangan kita kepada sekolah atau lembaga sejenis yang bergerak pada bidang pelatihan dan lain sebagainya. Namun bila dihubungkan dengan aspek pekerjaan sangatlah jelas perbedaan antara pendidikan dan pelatihan didalam dunia kerja. Karena dengan pendidikan sekarang ini adalah lebih bersifat menuntun orang belajar untuk menjadi apa yang telah dipelajarinya. Sehingga orang yang bekerja atas keterampilan yang telah dipelajarinya itu cenderung melupakan dirinya sendiri sehingga tanpa sadar menjadikan majikannya semakin kaya sementara diri sendiri mendapat nol koma nol sekian persen dari apa yang telah ia peroleh buat majikannya. Dan lebih parah lagi orang semacam ini selalu memperoleh predikat pekerja terbaik disertai pemberian penghargaan sehingga harga yang sebenarnya ia peroleh tetap jauh lebih kecil dibanding dengan yang dihasilakan disaku majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat diharapkan pada masa yang akan datang agar dapat lahir pendidikan pekerja yang dapat menuntung pekerja untuk menjadi diri sendiri sehingga apa yang ia peroleh betul-betul dapat memberi nilai tambah bagi masa depannya. Paling tidak kalau mau dicontohkan; ‘kalau  ia tukang sapu pada saat mulai bekerja maka ia akan bisa menjadi pengusaha yang bergerak dibidang kebersihan gedung atau kantor’ dan dapat membina para pekerja (tukan sapu) pemula lainnya untuk berbuat dan berusaha untuk melayani lebih banyak kebutuhan "kebersihan" lagi. Jadi terjadi suatu proses pengembangan dari waktu kewaktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sisi lain yang sering terjadi didunia kerja yaitu kita kenal apa yang namanya pelatihan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pendidikan yang telah disebutkan diatas. Hanya ada sedikit perbedaan tata letak dimana pendidikan difokuskan pada pemberian pengetahuan. Sedangkan pelatihan lebih difokuskan pada tujuan untuk bertindak  terhadap apa yang dapat dikerjakan dan akan dilakukan seorang pekerja. Inilah yang terjadi sehingga kebanyakan pekerja hidup dalam batas kemampuannya sendiri yang berati mereka bekerja sambil berdoa dan akhirnya hanya mampu  membayar segala tagihan atas upah yang telah diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang kita jumpai disuatu tempat dimana pekerja bermukim. Mulai dari pekerja itu sendiri hingga keluarga atau anggota keluarga lainnya. Hal yang paling umum menjadi bahan perbincangan adalah tentang gaji, jabatan sampai harta benda yang diperoleh atas hasil kerjanya. Tak ada pembicaraan menyangkut cara peningkatan  kwalitas individual yang dibahas bila timbul suatu percakapan sehingga lupa apa yang sebenarnya menjadi hakikat sebagai sumber daya manusia yang hakiki, yaitu peningkatan kwalitas hidup dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, hal seperti tersebut diatas tidak akan pernah menghapus predikat pekerja yang kurang positif, yaitu biasa disebut “yesman”, “ABS/asal boss senang” dan berbagai modul negativ lainnya sampai ada yang namanya (maaf) “penjilat”. Sisi buruk ini tak jarang melahirkan konflik pribadi antara pekerja itu sendiri sehingga timbul masalah baru yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha untuk memperlemah kesatuan para pekerja. Karena sementara ada yang menjadi “anak emas” sementara yang lainnya akan tersisi. Walaupun sebenarnya memiliki kemampuan tekhnik yang sangat minim tetapi dengan sedikit dapat meyakinkan majikannya maka jadilah ia pekerja 'baik'. Sementara yang lainnya mungkin memiliki “kemampuan berlebih”  tapi tidak dapat mengambil hati majikan, jadilah ia pekerja yang terlupakan sehingga ia kehilangan semangat  dan berpengaruh buruk terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu sisi kehidupan pekerja yang menjad faktor penghambat peningkatan kwalitas pekerja pada umumnya. Sering kita jumpai pekerja yang mengeluh. Mulai dari yang tidak cocok dengan atasannya, tidak sesuai dengan gajiya dan tidak sepaham dengan rekan sekerjanya sehingga dapat dikatakan menghambat peningkatan kwalitas personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut diatas, untuk menjadikan seorang pekerja berkwalitas, maka selayaknya dibentuk sejak masih didalam taraf pendidikan, pelatihan dan tak berhenti sampai disitu. Pembinaan secara berkesinambungan juga harus menjadi salah satu agenda utama pemerintah dan perusahaan. Dapat diwujudkan berupa pembinaan umum sampai dengan pembinaan khusus. Apabila seorang pekerja berkualitas maka secara otomatis pula akan menjadi pekerja yang ber-etika tinggi. Dengan demikian nilai ekonomi akan ikut terangkat sejalan dengan semakin meningkatnya nilai jual bagi pekerja itu sendiri. Kalau sudah berkualitas, ber-etika, bernilai jual maka kesejahteraan tidak lagi menjadi mimpi panjang bagi pekerja dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-1554857644426291260?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/1554857644426291260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/02/pendidikan-pelatihan-dan-pekerjaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1554857644426291260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/1554857644426291260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/02/pendidikan-pelatihan-dan-pekerjaan.html' title='Pendidikan, Pelatihan dan Pekerjaan'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SaHXzBrRbcI/AAAAAAAAAAc/dFuGT4-eVl0/s72-c/Pisah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4599252022084372697.post-4831787136846359225</id><published>2009-02-20T05:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T06:58:58.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perusahaan.'/><title type='text'>TINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI PENINGKATAN KWALITAS PERSONAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SZ_9NRDqUpI/AAAAAAAAAAU/p8BQvwDf1Cg/s1600-h/Hitachi+8000.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SZ_9NRDqUpI/AAAAAAAAAAU/p8BQvwDf1Cg/s200/Hitachi+8000.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305237290424619666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ubah Cara Pandang Terhadap Budaya Kerja Saat Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika ingin hidup anda lebih baik, segera tinggalkan pekerjaan yang hanya mengikat dan membelenggu kebebasan manusiawi anda. Sebagai penerima upah, kita hanya mampu berharap dan berdoa sementara majikan hanya mencurahkan pikiran terhadap kelangsungan dan peningkatan usahanya saja. Upah dan fasilitas yang diberikannya tidak lebih hanya sebagai pemenuhan rasa lapar belaka dan penyanjung setia selama tenaga dan pikiran kita masih dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita lihat  mulai dari proses penerimaan pegawai hingga selama menjalani aktifitas kerja kita selalu berada pada urutan prioritas yang dinomor sekiankan. Baru mendapat perhatian apabila pada suatu waktu terdapat seseorang atau sekelompok pekerja yang membuat gagasan atau suatu rencana untuk mengadakan perbaikan sistim. Seperti perubahan pola kerja, sistim perhitungan upah, itupun langsung dipinggirkan  dan diposisikan  layaknya sebagai pemberontak pada jaman penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki  dan memperjelas  kedudukan pekerja. Diantaranya melalui perangkat undang-undang yang isinya memuat tentang tanggung jawab majikan sampai  pada sanksi atas pelanggaran  yang terjadi. Namun semua itu tidaklah  berarti apa-apa bila kita melihat langsung dilapangan sebagai dunia nyata. Berbagai alasan dikemukan untuk mengakali aturan tersebut. Disamping itu dibagian lain kehidupan pekerja telah dibentuk suatu perkumpulan pekerja atau biasa disebut serikat pakerja. Selain sebagai alat kontrol juga sebagai penghubung dan pembawa aspirasi bagi pekerja yang menjadi anggotanya. Namun kenyataan membuktikan bahwa itu tidaklah cukup bagi pekerja apalagi mencapai posisi yang diamanatkan oleh undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah sebagai mitra perusahaan dalam hubungan industrial pancasila. Itu bisa dilihat dari maraknya aksi demo memperjuangkan nasib guna memperoleh yang “lebih baik”. Itupun  selalu berujung  pahit dipihak pekerja sendiri. PHK sebagai alasan efisiensi  tidaklah sulit untuk dilakukan oleh para pengusaha dengan  berbagai macam alasan terhadap aksi pekerja tersebut. Perangkat aturan  yang telah dibuat oleh pemerintah dengan mudahnya "diakalai" untuk memperlancar proses “keinginan” pengusaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang umum disebut sebagai perjanjian kerja bersama yang proses pembuatannya selalu melibatkan pekerja atau wakilnya secara langsung. Tapi kenyataannya sembilan puluh sembilan persen isinya lahir dari kehendak pengusaha itu sendiri. Tidak peduli dilapangan yang dirasakan dan disaksikan tidak lebih sebagai cambuk normatif untuk melakukan tindakan atau pemaksaan kehendak dari pengusaha itu sendiri melalui perpanjangan tangan para mandor dan kaki tangan  lainnya (yang sebetulnya juga sebagai pekerja) untuk mencapai tujuan pengusaha. Sebagai pekerja seolah tidak ada jalan yang bisa dipilih  untuk mencapai kesejahteraan hakiki. Hari-hari berlalu sampai tahun berganti tahun, nasib pekerja tidak banyak berubah apalagi “lebih baik”  bila dibandingkan dari mulai jaman penjajahan sampai jaman kemerdekaan atau bila diukur mulai dari ere agraris, era industri, era global sampai pada era informasi pada saat ini.  Pekerja dalam semua era itu tetaplah sebagai budak yang selalu dipermak dan dipoles dari masa kemasa yang ujung-ujungny tidak lebih dari  mencari “makan” buat ganjal perut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu cara yang dapat ditempuh untuk mengubah kenyataan tersebut. Yaitu segera mengubah cara pandang kita terhadap budaya kerja saat ini. Karena ada tiga kelemahan besar yang terdapat pada diri pekerja. Diantaranya lemah dalam hal ekonomi, lemah terhadap status dan tidak punya nilai tawar. Hal ini dapat kita lihat dan rasakan sewaktu menjalani proses penerimaan pegawai. Apabila calon pegawai tidak memiliki pengalaman kerja maka alasan pengusaha ialah lowongan yang dimaksud dibutuhkan pengalaman. Tetapi apabila calon pekerja tersebut telah memiliki pengalaman maka alasan diatas serta merta berubah sebaliknya dan mengatakan kalau pengalaman yang dimiliki oleh calon pekerja sangat tinggi dan perusahaan tidak mampu membayarnya sesuai dengan yang semestinya. Dengan kedua motif alasan diatas sudah barang tentu bisa ditebak bahwa ujungnya akan jatuh pada harga yang sangat murah dan sudah pasti itu merupakan kehendak perungusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak dari pekerja yang berani mengatakan “tidak” terhadap majikan yang dapat mengubah nasibnya dengan berbagai perjuangan yang oleh rata-rata pekerja lainnya mungkin disebut langka. Dan hal ini akan dibahas pada bagian lain tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4599252022084372697-4831787136846359225?l=komunitasnkri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/feeds/4831787136846359225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/02/tingkatkan-kemandirian-melalui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4831787136846359225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4599252022084372697/posts/default/4831787136846359225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasnkri.blogspot.com/2009/02/tingkatkan-kemandirian-melalui.html' title='TINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI PENINGKATAN KWALITAS PERSONAL'/><author><name>KOMUNITAS NKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06209551085659366686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/S0euPJOu75I/AAAAAAAAADI/3JSy1_wuqic/S220/bloggerindonesia.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MkHc4uzzPlk/SZ_9NRDqUpI/AAAAAAAAAAU/p8BQvwDf1Cg/s72-c/Hitachi+8000.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
